Tim Jokowi Bantah Batal Diundang Bahas APBN

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) bertemu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Kantor Presiden, Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta (13/5).  TEMPO/Subekti

    Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) bertemu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Kantor Presiden, Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta (13/5). TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Andrinof Chaniago, salah satu anggota tim pakar Joko Widodo-Jusuf Kalla, membantah kabar bahwa Jokowi batal diundang pemerintah dalam pembahasan APBN 2015. Dia mengatakan, yang terjadi adalah penundaan saja. "Ditunda sampai keputusan MK keluar," ujar Andrinof kepada Tempo, Kamis, 7 Agustus 2014. (Baca: PPP Sarankan Jokowi Percepat Pengunduran Diri)

    Dia mengatakan ide untuk melibatkan Jokowi dalam pembahasan APBN 2015 datang dari SBY. "Kami diundang oleh SBY, bukan kami yang meminta dilibatkan," ujarnya. Maka, menurut dia, tidak mungkin jika undangan ini dibatalkan sepihak.

    Dia mengaku mengerti alasan di balik penundaan pembahasan APBN 2015 ini. Jika pembahasan tetap dilaksanakan sesuai dengan jadwal, akan timbul polemik baru. Terlebih, SBY berkedudukan sebagai presiden yang harus menjaga netralitas. "Wajar apabila (SBY) memutuskan penundaan sampai MK mengeluarkan putusan," ujar Andrinof. (Baca: KPK Minta Jokowi-JK Tarik Naskah RUU KUHAP-KUHP)

    Kemarin, di Istana Negara, Julian Aldrin Pasha selaku juru bicara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan Presiden membatalkan rencana mengajak presiden terpilih ke acara pelaporan nota keuangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2015 di DPR.

    Acara itu rencananya akan diselenggarakan pada Jumat, 15 Agustus 2014. Julian mengemukakan alasan pembatalan ini adalah adanya kemungkinan Mahkamah Konstitusi belum mengeluarkan putusan final atas sengketa gugatan pemilihan presiden 2014 pada saat itu.

    DINI PRAMITA

    Terpopuler:
    Ini Rapor Kepala Dinas Pendidikan DKI Lasro Marbun
    Ahok Curiga, Belum Ada Pejabat DKI yang Dipecat
    Hakim Wahiduddin Koreksi Gugatan Prabowo-Hatta
    Migrant Care Laporkan Enam Anggota DPR Pemilik PJTKI

    SHARE: Facebook | Twitter | Whatsapp



     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Maria Pauline Lumowa, Pembobol Bank BNI Diekstradisi dari Serbia

    Tersangka kasus pembobolan Bank BNI, Maria Pauline Lumowa diekstradisi dari Serbia. Dana Bank BNI senilai Rp 1,7 triliun diduga jadi bancakan proyek.