BPJS Tanggung Pengobatan Penderita Skizofrenia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang warga merapikan berkas untuk berobat dengan sistem BPJS di Rumah Sakit Persahabatan, Jakarta (2/1). TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Seorang warga merapikan berkas untuk berobat dengan sistem BPJS di Rumah Sakit Persahabatan, Jakarta (2/1). TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Malang - Pemerintah Kabupaten Malang akan mengobati 81 warga yang hidup sebagai orang dengan skizofrenia (ODS). Biaya pengobatan mereka ditanggung Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. “Kami sedang memvalidasi data dan mengurus administrasi kependudukan untuk ODS,” kata Asisten Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Malang Prihadi Waskito, Rabu, 6 Agustus 2014. Sedangkan penanganan ODS dikoordinasikan bersama Dinas Sosial.

    Semua ODS yang terdata oleh Pemerintah Kabupaten Malang hidup dalam pasungan. Kedua kaki mereka dirantai dan diikatkan ke balok kayu besar. Selain beralasan malu, keluarga lebih memilih memasung ODS ketimbang mengobati mereka di rumah sakit karena khawatir ODS membahayakan dirinya sendiri dan orang lain. Pihak keluarga juga beranggapan masyarakat dan pemerintah tidak mempedulikan anggota keluarga mereka yang mengalami gangguan jiwa berat itu.

    Kepala Bagian Administrasi Kesejahteraan Rakyat Taufiq Hidayat yakin jumlah ODS di wilayah Kabupaten Malang lebih dari 81 orang. Jumlah yang diketahui hanya mereka yang dipasung, belum termasuk yang disembunyikan ataupun yang berkeliaran di jalan-jalan. “Banyak keluarga yang menganggap mereka aib sehingga harus disembunyikan.”

    Untuk mengatasi masalah itu, petugas kesehatan masyarakat dan bidan desa diminta proaktif mencari keberadaan mereka dari rumah ke rumah. Juga berkoordinasi dengan 33 camat dan kepala desa/lurah setempat. Menurut Taufiq, banyak camat atau kepala desa/lurah terkesan ketakutan bila ada warga penderita skizofrenia di daerahnya diekspos. Sebab, keberadaan ODS dianggap sebagai aib.

    Kebijakan Pemerintah Kabupaten Malang terhadap para ODS sejatinya menindaklanjuti program Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang ingin membebaskan Jawa Timur dari ODS. Para ODS yang sudah memiliki dokumen kependudukan akan diobati dengan fasilitas BPJS.

    Pihak keluarga bisa memilih rumah sakit rujukan, yakni Rumah Sakit Jiwa Dr Radjiman Wediodiningrat alias RSJ Lawang di Kabupaten Malang dan RSJ Menur di Surabaya.

    ABDI PURMONO

    Berita Terpopuler:

    Polisi Tolak Laporan Fadli Zon Ihwal Ketua KPU

    Sidang MK, Prabowo Bakal Pidato Soal Kecurangan  

    400 Advokat Prabowo Versus 200 Pengacara Jokowi  

    Ainun Najib: Next Project, Kawalpilkada.org

    Jelang Sidang di MK, KPU Dapat Penghargaan  

    Kabar Pembakaran Rumah Saksi Prabowo Tak Terbukti  

    Gerindra: Pansus Pilpres Setelah 15 Agustus

    Tim Jokowi Siapkan 80 Halaman Pembelaan  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.