Selasa, 23 Oktober 2018

Presiden IFANCA Bicara Soal Sertifikat Halal  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Muhammad Chaudry. Hipolitus Ringgi untuk TEMPO

    Muhammad Chaudry. Hipolitus Ringgi untuk TEMPO

    TEMPO.CO, Illinois - Presiden Islamic Food and Nutrition Council of America, Muhammad Chaudry, 70 tahun, terkenal di kalangan pengusaha label halal dunia. Ia sering mengundang pejabat Majelis Ulama Indonesia dalam konferensi yang diselenggarakannya. 

    Tempo menemui laki-laki asal Pakistan ini di kantornya di Illinois pada pertengahan Maret lalu untuk menanyakan hubungan dan dokumen yang menyebutnya memberikan uang haram kepada MUI, komisi untuk mendapat keabsahan sebagai lembaga pemberi sertifikat halal bagi produsen makanan dan minuman di benua tersebut.

    Apakah benar Anda memberikan fee kepada MUI untuk menjadi lembaga sertifikat halal?
    Memang ada fee. Kami membayar karena ini perjanjian bisnis. Ada pajak juga. Bukan hanya dengan MUI, lembaga lain juga banyak melakukan hal sama.

    Bukankah pemberian fee dilarang?
    Bisakah Anda tunjukkan aturan mana yang saya langgar? Jika perjanjian dengan MUI itu cacat hukum, dokumen bisa dibatalkan. Setahu saya, tak ada ketentuan baik di Amerika maupun Indonesia yang berlawanan dengan perjanjian tersebut. Dalam bisnis, fee tersebut harus ada alasannya. Setiap orang ingin mendapat bayaran atas apa yang mereka lakukan. Ini biaya administrasi biasa. Dan selama dua tahun periode perjanjian itu kami tak punya kegiatan sehingga tak membayar apa pun.

    Apa tujuan pemberian fee itu?
    Anda harus paham proses sertifikasi ini. Kami memenuhi persyaratan bagi produk yang telah diberi label halal. Kami menjadi lembaga sertifikat halal bagi produsen di sini. Artinya, kami sudah memenuhi syarat MUI.

    Mengapa jumlahnya besar sekali? Dalam perjanjian hingga 40 persen dari tarif label halal....
    Itu hanya biaya administrasi, sekali lagi normal dalam bisnis.

    Anda memberikannya kepada lembaga MUI atau pejabatnya?
    Saya katakan tak ada uang atas perjanjian tersebut. Berapa pun. Tak ada suap berdasarkan perjanjian itu. Dalam bisnis ada pengeluaran yang harus ditanggung setiap perusahaan sertifikat halal.

    Kami hanya ingin tahu apakah ada suap dalam proses ini....
    Itu tak terjadi. Kami tak bisa menyogok seseorang di negara ini atau negara mana pun. Uang dibayarkan kepada organisasi, bukan individu.

    Anda kenal Amidhan Shaberah?
    Saya mengenalnya sangat baik. Berulang kali dia datang ke sini bersama timnya. Terakhir pada 2013 untuk konferensi dengan ongkos dan akomodasi kami tanggung.

    Menurut Anda, fee itu bukan suap?
    Saya tahu MUI sejak 1989. Lembaga ini sangat kredibel. Dalam menjalankan bisnis halal, MUI tak bisa bepergian ke setiap negara karena mahal. Jika ingin disertifikasi, negara tersebut harus menanggung biayanya, kecuali Anda bisa meyakinkan pemerintah Anda untuk menanggung biaya, seperti Malaysia. Anda bilang kami membayar untuk mendapat keabsahan sebagai lembaga sertifikat, kenyataannya tak terbukti.

    Bagaimana biaya akomodasinya jika MUI datang untuk audit kontrak?
    MUI punya aturan sendiri. Biayanya kadang ditanggung pemerintah, kadang perusahaan. Pemerintah Amerika juga punya tanggung jawab barang impor. Selain IFANCA, saya tak tahu berapa biayanya.

    Berapa jika diundang oleh IFANCA?
    Saya tak bisa menyebutkan.

    Apakah benar IFANCA dan Halal Food Council of Europe sama pemiliknya?
    Benar, sudah jadi pengetahuan umum. IFANCA di Amerika, HFCE di Belgia. Muhammad Sadek menjabat direktur di IFANCA dan menjadi presiden di HFCE. Posisi saya sebaliknya karena tak boleh dua orang merangkap jabatan sama.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Laporan Sementara Dampak Gempa Palu per 20 Oktober 2018

    Laporan sementara dampak Gempa Palu per daerah tingkat II pasca gempa dan tsunami Sulawesi tengah di lima sektor sampai 20 Oktober 2018.