Ketua MK Sarankan Massa Pendukung Damai  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Forum relawan pemenangan Jokowi-JK melakukan halalbihalal dengan menggelar aksi damai di depan gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, 5 Agustus 2014. Tempo/Aditia Noviansyah

    Forum relawan pemenangan Jokowi-JK melakukan halalbihalal dengan menggelar aksi damai di depan gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, 5 Agustus 2014. Tempo/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Mahkamah Konstitusi Hamdan Zoelva mengatakan momentum Idul Fitri ini haruslah dijadikan ajang rekonstruksi sosial antarmasyarakat Indonesia, terutama seusai pemilihan umum presiden.

    "Karena pada masa pemilu kemarin seperti ada perpecahan dalam masyarakat," kata Hamdan di gedung Mahkamah Konstitusi, Selasa, 5 Agustus 2014. "Maka suasana Idul Fitri tahun ini harus membuat rekonstruksi sosial." (Baca: Tim Jokowi-JK Bela KPU di MK)

    Rekonstruksi sosial yang dimaksud adalah persatuan kembali demi membangun bangsa. Hamdan menyarankan seusai pelaksanaan pemilu presiden kemarin, hendaknya masyarakat yang terpecah belah akibat saling dukung salah satu calon, bersalam-salaman.

    "Halalbihalal memperbaiki hubungan yang tadinya jauh menjadi dekat. Maafkan antara satu dengan yang lain." (Baca: Kuasa Hukum Prabowo Merasa Yakin Atas Gugatannya)

    Besok atau Rabu, 6 Agustus 2014, Mahkamah Konstitusi akan selenggarakan sidang perdana gugatan pemilihan umum presiden. Gugatan itu dilayangkan oleh calon presiden nomor urut 1, Prabowo Subianto. (Baca: Tim Prabowo Minta Pemilihan Ulang di 33 Provinsi)

    REZA ADITYA

    Baca juga:
    Warga Solo Hapus Mural Bergambar Bendera ISIS
    KPK Periksa Ajudan Bupati Karawang
    Agnes Mo dan Siwon Super Junior Saling Merindu
    OPM Serang Konvoi Brimob di Papua

    SHARE: Facebook | Twitter


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kombatan ISIS asal Indonesia yang Terdeteksi di Suriah dan Irak

    Pada 2017, BNPT memperkirakan seribu lebih WNI tergabung dengan ISIS. Kini, kombatan asal Indonesia itu terdeteksi terserak di Irak dan Suriah.