Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

OPM Serang Konvoi Brimob di Papua  

Editor

Harun Mahbub

image-gnews
TEMPO/Jerry Omona
TEMPO/Jerry Omona
Iklan

TEMPO.CO, Jayapura - Penembakan kembali terjadi di Kabupaten Lanny Jaya, Papua. Kali ini Tentara Pembebasan Nasional Organisasi Papua Merdeka menyerang rombongan Brimob Polri yang menggunakan tiga mobil saat melintas dari arah Tiom ke Distrik Indawa, Senin, 4 Agustus 2014, sekitar pukul 07.00 WIT.

Seorang anggota Brimob atas nama Brigadir Subahri terluka dalam insiden itu. "Kami yang tembak. Saya minta aparat ditarik dari Papua, Papua mau merdeka," kata Panglima Tentara Pembebasan Nasional OPM Wilayah Lanny Jaya Purom Okiman Wenda, Selasa, 5 Agustus 2014.

Ia mengatakan, walaupun TNI dan polisi menyiagakan ratusan personel untuk mengejarnya, itu tidak akan berhasil. Medan baku tembak TNI/polisi dan kelompok bersenjata yang sulit membuat pasukan Purom lebih aman dari kejaran. "Kalau mau mati, silakan datang. Kami bukan tembak orang yang cari makan. Kami hanya tembak aparat," ujarnya. (Baca: OPM Akui Tewaskan Dua Polisi)

Penyerangan terhadap rombongan anggota Brimob bertujuan mengganggu aktivitas petugas keamanan. "Mereka kejar kami, kami juga kejar mereka. Kami hanya punya panah, mereka punya senjata. Kita lihat siapa yang menang," tutur Purom. (Baca: OPM Klaim Kuasai Pegunungan Tengah Papua )

Penembakan kemarin terjadi di sekitar Kampung Jiwili dan Kampung Wiremgambur, Distrik Tiom, Lanny Jaya. Rombongan Brimob yang hendak menjemput Sekretaris Daerah Lanny Jaya Christian Sohilait ditembaki pasukan Purom dari perbukitan.

"Betul, dari kejadian ini, dapat diartikan sekali lagi bahwa kelompok kriminal bersenjata pimpinan Purom Wenda memiliki motif mengganggu kegiatan pembangunan masyarakat," kata Kepala Bidang Humas Polda Papua Kombes Pol Sulistiyo Pudjo.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Menurut dia, Brigadir Subahri terluka di bagian mata kiri karena terkena kelongsong peluru rekannya saat baku tembak dengan kelompok bersenjata. Korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Tiom. "Saat menembak balas, lontaran kelongsong mengenai mata anggota," ujarnya.

Pudjo menuturkan anggota Brimob menjemput Sekda Lanny Jaya untuk selanjutnya mengantar para guru melakukan kegiatan penyegaran ilmu dan pelatihan. "Kegiatan para guru itu sangat penting untuk meningkatkan kualitas anak-anak di Lany Jaya," katanya.

Kepolisian dan TNI, ujar Pudjo, meminta dukungan masyarakat untuk tidak bergabung dengan gerakan bersenjata. "Jangan sekali-kali mengikuti ajakan dari Purom Wenda dan Enden Wanimbo. Laporkan terus informasi mengenai keberadaan kelompok tersebut."

JERRY OMONA

Berita Terpopuler Lainnya
Dirjen Pemasyarakatan Benarkan Foto Baiat Ba'asyir di LP
Foto Dirut PT KAI Tidur di Kereta Bukan Pencitraan
Progres 98 Bikin Rusuh di KPK

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan

TNI Klaim Telah Rebut Wilayah OPM saat Kejar Pelaku Pembakaran Pria Makassar di Paniai

26 hari lalu

Suasana pasien Rumah Sakit Umum Daerah (RUSD) di Jalan Raya Madi, Badauwo, Paniai Timur, Paniai, Papua Tengah, dipaksan kosongkan rumah sakit pada Ahad, 26 Mei 2024. Keluarga memboyong pasien keluar diduga atas desakan aparat TNI-Polri. Dok. Istimewa
TNI Klaim Telah Rebut Wilayah OPM saat Kejar Pelaku Pembakaran Pria Makassar di Paniai

TNI mengklaim telah mengambil alih wilayah yang dikuasai OPM, saat mereka mengejar pelaku pembunuhan dan pembakaran warga asal Makassar di Paniai


Komnas HAM Sebut Kekerasan di Papua Masih Terus Berlanjut

38 hari lalu

Front Mahasiswa Papua Peduli Korban Kekerasan menggelar malam solidaritas di Patung Kuda, Jakarta, Jumat, 16 September 2022. Malam solidaritas tersebut digelar untuk mengenang empat warga Papua yang menjadi korban mutilasi oleh aparat Tentara Nasional Indonesia. TEMPO / Hilman Fathurrahman W
Komnas HAM Sebut Kekerasan di Papua Masih Terus Berlanjut

Komnas HAM Papua mencatat sebanyak 41 kasus kekerasan terjadi di berbagai wilayah di Tanah Papua, pada periode 1 Januari hingga 1 Juni 2024.


Kronologi Pembunuhan Warga Sipil di Intan Jaya yang Diduga Dibunuh KKB

54 hari lalu

Pasukan TPNPB OPM di Kampung Pogapa, Intan Jaya, Papua Tengah. Dokumentasi TPNPB.
Kronologi Pembunuhan Warga Sipil di Intan Jaya yang Diduga Dibunuh KKB

Lokasi pembunuhan Boki Ugipa berada di wilayah Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Lewis Kogoya.


Pakar Sebut Inisiatif Panglima TNI Ubah Istilah KKB Jadi OPM Tidak Memilki Arti

15 April 2024

Panglima TPNPB Kodap VIII Intan Jaya Brigadir General Undius Kogeya bersama pasukannya. Sumber: TPNPB OPM
Pakar Sebut Inisiatif Panglima TNI Ubah Istilah KKB Jadi OPM Tidak Memilki Arti

Perubahan istilah KKB menjadi OPM justru berpotensi meningkatkan eskalasi konflik di Papua


TNI Kejar Pelaku Pembunuhan Danramil Aradide Papua yang Tewas Ditembak OPM

15 April 2024

Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat Brigadir Jenderal Kristomei Sianturi saat ditemui di Polda Metro Jaya, Rabu, 10 Januari 2024. Tempo/M. Faiz Zaki
TNI Kejar Pelaku Pembunuhan Danramil Aradide Papua yang Tewas Ditembak OPM

TNI masih melakukan pengejaran terhadap pelaku pembunuhan Letda Inf Oktovianus Sogalrey.


Anggota Komisi I Sebut Istilah OPM Lebih Realistis tapi Berdampak Politis

14 April 2024

Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin. Foto: Runi/nr
Anggota Komisi I Sebut Istilah OPM Lebih Realistis tapi Berdampak Politis

Penyebutan nama OPM bisa berdampak negatif lantaran kurang menguntungkan bagi Indonesia di luar negeri.


Setelah Kebakaran SD Inpres, Polisi Sebut Ada Percobaan Pembakaran SD Negeri di Yahukimo

14 Maret 2023

Warga Yahukimo tewas, diduga ditembak Kelompok Kriminal Bersenjata  (KKB) Rabu malam 8 Maret 2023. FOTO: dokumentasi  Humas Polda Papua
Setelah Kebakaran SD Inpres, Polisi Sebut Ada Percobaan Pembakaran SD Negeri di Yahukimo

Arief Kristanto mengatakan ada percobaan pembakaran terhadap SD Negeri Dekai, Jalan Seredala, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua.


Susi Pudjiastuti Soal Insiden Susi Air: Pilot Disandera OPM hingga Penerbangan Tertunda

1 Maret 2023

Founder Susi Air, Susi Pudjiastuti memberikan keterangan pers soal pembakaran pesawat dan penyanderaan pilot Susi Air, Philip Mark Mehrtens, di Jakarta, Rabu, 1 Maret 2023. Susi Pudjiastuti meminta maaf atas kejadian pembakaran dan penyanderaan pilot Susi Air yang berdampak kepada terhentinya 40 persen operasional penerbangan di Papua dan berharap kelompok penyandera bisa membebaskan pilot Susi Air Philip Mark Mehrtens. TEMPO/ Febri Angga Palguna
Susi Pudjiastuti Soal Insiden Susi Air: Pilot Disandera OPM hingga Penerbangan Tertunda

Susi Pudjiastuti buka suara soal insiden pembakaran pesawat Susi Air di Papua, mulai dari pilot yang disandera OPM hingga penerbang yang tertunda.


Susi Air Akan Beberkan Perkembangan Terakhir Pencarian Pilotnya yang Disandera KKB di Papua

1 Maret 2023

Pilot Susi Air Phillip Mehrtens ditangkap setelah dia mendaratkan pesawat komersial kecilnya di wilayah pegunungan terpencil Nduga, Papua, 7 Februari 2023. Penerbangan tersebut membawa lima penumpang dan akan menjemput 15 pekerja bangunan yang sedang membangun klinik di Paro. TPNPB-OPM
Susi Air Akan Beberkan Perkembangan Terakhir Pencarian Pilotnya yang Disandera KKB di Papua

Maskapai penerbangan milik Susi Pudjiastuti, PT ASI Pudjiastuti Aviation (Susi Air), akan menggelar jumpa pers hari ini. Apa yang akan diumumkan?


Pesawat Susi Air Dibajak dan Dibakar, Penerbangan di Zona Merah Sebaiknya Dilakukan Militer?

11 Februari 2023

Pesawat Grand Caravan milik maskapai Susi Air. ANTARA/HO-Dishub Jember
Pesawat Susi Air Dibajak dan Dibakar, Penerbangan di Zona Merah Sebaiknya Dilakukan Militer?

Pengamat transportasi mengatakan penerbangan di zona merah sebaiknya dilakukan militer agar mencegak pembajakan yang terjadi pada pesawat Susi Air.