Migrasi Golkar Tinggalkan Ical Tunggu Putusan MK

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Presiden nomor urut satu, Prabowo Subianto berbisik dengan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie disela melakukan jumpa pers usai menggelar pertemuan di Hotel Four Season, Jakarta, 20 Juli 2014. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Calon Presiden nomor urut satu, Prabowo Subianto berbisik dengan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie disela melakukan jumpa pers usai menggelar pertemuan di Hotel Four Season, Jakarta, 20 Juli 2014. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.COJakarta - Politikus senior Partai Golkar, Zainal Bintang, optimistis bakal ada migrasi massal di dalam tubuh partai setelah keputusan Mahkamah Konstitusi terkait pemilihan presiden. Migrasi massal yang ia maksud adalah pengalihan dukungan dari para loyalis Ketua Umum Aburizal Bakrie kepada kubu Jokowi-Jusuf Kalla.

    "Dari 560 gubernur, wali kota, dan bupati di seluruh Indonesia, lebih dari separuhnya adalah kader Golkar. Sangat tidak masuk akal pemimpin daerah mengambil sikap oposisi kepada pemerintah pusat," kata Zainal yang juga Ketua Koordinator Nasional Eksponen Tri Karya Golkar kepada Tempo, Selasa, 5 Agustus 2014.

    Menurut dia, prinsip dasar kader Golkar adalah kekaryaan yang digagas para pendiri partai. Menurut prinsip ini, Golkar mendorong kader memberikan sumbangsih pada pemerintahan supaya agenda pemerintah dapat berjalan lancar. Pasalnya kelancaran agenda pembangunan, kata Zainal, bermuara pada kesejahteraan rakyat.

    Ia juga optimistis migrasi besar-besaran akan terjadi di parlemen. Terlebih, 45 dari 91 kursi legislatif untuk Partai Golkar periode 2014-2019 diisi kader-kader SOKSI. Organisasi sayap Golkar ini sudah lebih dulu mendeklarasikan dukungan untuk menyelenggarakan musyawarah nasional tahun ini. "Kekuatan SOKSI dan keputusan Mahkamah Konstitusi akan membuat loyalis Ical berpikir ulang mengingat kegagalannya dalam memimpin Golkar," kata dia. (Baca:12 Kegagalan Ical Menurut SOKSI)

    Kader Partai Golkar terbelah dalam pemilihan presiden lalu. Partai secara resmi berkoalisi dengan pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. Namun, sebagian kader berbelok mendukung Jokowi-Jusuf Kalla.

    Suhardiman, salah satu pendiri SOKSI dan Golkar, mengatakan Ical telah salah langkah. Beberapa kader juga menyerukan kegagalan Ical sebagai ketua umum yang dianggap menjerumuskan dan memecah-belah partai. (Baca: SOKSI Desak Aburizal Bakrie Mundur)

    Zainal mengatakan kader akan rasional dengan mendukung pemerintahan. "Supaya agenda Jokowi-JK dalam menyejahterakan rakyat dapat terwujud dengan baik,  ujar Zainal.

    DINI PRAMITA

    Terpopuler:
    Massa Kubu Prabowo-Hatta Paksa Gembok KPU
    Tim Prabowo Minta Pemilihan Ulang di 33 Provinsi
    Dirjen Pemasyarakatan Benarkan Foto Baiat Ba'asyir di LP
    Victoria Beckham Kaget Lihat Gaya Wanita Jakarta
    Foto Dirut PT KAI Tidur di Kereta Bukan Pencitraan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.