Jalaluddin: Sasaran Baiat ISIS di Indonesia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jalaluddin Rakhmat. TEMPO/Gunawan Wicaksono

    Jalaluddin Rakhmat. TEMPO/Gunawan Wicaksono

    TEMPO.CO, Jakarta - Penasihat OASE Ketua Dewan Syura IJABI-Syiah, Jalaluddin Rakhmat, memaparkan kelompok-kelompok yang menjadi sasaran perekrutan pendukung Negara Islam Irak dan Suriah di Indonesia. "Yaitu Majelis Mujahidin, Hizbut-tahrir, Darul Islam atau Tentara Islam Indonesia atau Negara Islam Indonesia, dan para pendukung negara Islam lainnya," kata Jalaluddin.

    Pernyataan ini disampaikan Jalaluddin saat menghadiri acara "Umat Beragama dan Kepercayaan Menolak ISIS Demi Keutuhan NKRI" pada Senin, 4 Agustus 2014, di Taman Ismail Marzuki. (Baca: Pemerintah Cegah Lahirnya ISIS Indonesia)

    Jalaluddin mengatakan sebelumnya sekitar 600 orang di Universitas Islam Negeri Jakarta telah dibaiat untuk mendukung ISIS. "Begitu pun di Solo, juga terdapat pendukung yang sudah dibaiat. Sedangkan di Malang tidak jadi dilakukan pembaiatan karena adanya penolakan dari masyarakat," kata Jalaluddin.

    Kegiatan penolakan keberadaan ISIS ini juga dihadiri oleh Bhikhu Garbha Virya dari Vihara Mahavira Graha Pusat; Ketua Persatuan Gereja Indonesia Pendeta Dr Phil Erari; Pendeta Syaeful Hamzah dari Gereja Bethel Indonesia; Syaiful Bachri, Ketua DPW ABI Jakarta; dan Maulana Zafrullah Pontoh dari Jamaah Ahmadiyah Indonesia. Selain itu, hadir pula Presidium DPP Badan Kerja Sama Organisasi-organisasi Kepercayaan terhadap Tuhan YME Suprih Suhartomo; Mokhtar Pakpahan, tokoh buruh Indonesia; dan Pendeta Dr Palty Panjaitan dari HKBP Philadelphia.

    Selain itu, terdapat nama-nama yang ikut menolak ISIS tapi tidak menghadiri acara ini. Di antaranya Astono Chandra dari Parisada Hindu Dharma Indonesia; Christina, perwakilan Menkopolhukam RI; Romo Benny Susestyo dari Konferensi Wali Gereja atau Stara Institute; Romo Daniel dari Gereja Orthodox Syria; Sheila Soraya dari Majelis Rohani Bahai; Suryanandar sebagai Ketua TAO Indonesia; dan Zuhayri Misrawi dari Intelektual Muda Nahdlatul Ulama. (Baca: Ada Mural Bendera ISIS di Solo)

    Kegiatan ini sebelumnya diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya secara bersama-sama. Kemudian ditutup dengan penandatanganan deklarasi penolakan terhadap keberadaan ISIS di Indonesia.

    MONIKA PUSPASARI






    Terpopuler

    ISIS Hancurkan Makam Nabi Yunus, Ini Alasannya
    Sekjen PBB Frustrasi Hadapi Israel-Hamas
    Pendukung ISIS Menyebar di Negara ASEAN



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada Generalized Anxiety Disorder, Gangguan Kecemasan Berlebihan

    Generalized Anxiety Disorder (GAD) adalah suatu gangguan yang menyerang psikis seseorang. Gangguannya berupa kecemasan dan khawatir yang berlebih.