Dirjen Pemasyarakatan Benarkan Foto Baiat Ba'asyir di LP  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto yang beredar di media sosial, disebut-sebut sebagai acara baiat Abu Bakar Ba'asyir untuk mendukung ISIS di Lapas Nusakambangan. Dirjen Lembaga Pemasyarakatan sedang melakukan pengecekan dari mana asal-usul foto ini dan akan melakukan sidang tim pengamat Lapas untuk mengevaluasi kenapa ada kamera bisa masuk ke lapas Nusakambangan. Istimewa

    Foto yang beredar di media sosial, disebut-sebut sebagai acara baiat Abu Bakar Ba'asyir untuk mendukung ISIS di Lapas Nusakambangan. Dirjen Lembaga Pemasyarakatan sedang melakukan pengecekan dari mana asal-usul foto ini dan akan melakukan sidang tim pengamat Lapas untuk mengevaluasi kenapa ada kamera bisa masuk ke lapas Nusakambangan. Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Handoyo Sudrajat membenarkan kabar bahwa ada pembaiatan terhadap 24 narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Pasir Putih, Nusakambangan, Jawa Tengah. "Benar itu (baiat) dilakukan di tempat salat blok mereka di Lapas Pasir Putih tanggal 18 Juli 2014," kata Handoyo, Senin, 4 Agustus 2014.

    Terpidana kasus terorisme, Abu Bakar Ba'asyir, berbaiat kepada khilafah Al-Baghdadi, pemimpin kelompok ekstremis Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Informasi itu didapat dari tersebarnya foto yang memperlihatkan Ba'asyir bersama 13 orang yang diduga anggota ISIS. (Baca: Ba'asyir Dibaiat ISIS, Keluarga Enggan Komentar)

    Dalam foto tersebut, Ba'asyir duduk diapit para pria yang semuanya mengenakan pakaian putih. Beberapa di antaranya menutupi wajah dengan sorban dan mengacungkan jari telunjuk. Satu di antara mereka terlihat membentangkan bendera ISIS berwarna hitam. Foto itu diambil di sebuah ruangan lebar berlantai kayu.

    Menurut Handoyo, dari 43 napi, hanya ada sekitar 24 napi yang ikut melakukan baiat di lapas tersebut. Handoyo menyesalkan terjadinya peristiwa ini. Tapi, menurut dia, hal terpenting yang harus dilakukan saat ini adalah meningkatkan pengamanan dan pengawasan terhadap aktivitas para narapidana.

    "Informasinya, mereka bersama-sama. Jadi Ba'asyir sempat tidak mau, tapi didorong-dorong," kata Handoyo. Menurut dia, semula Ba'asyir ingin menunggu perkembangan terlebih dahulu. Tapi akhirnya Ba'asyir ikut serta dalam pembaiatan tersebut. (Baca: Mural ISIS Ditemukan di Solo)

    Saat ini Handoyo bersama lembaganya tengah menggelar sidang tim pengamat pemasyarakatan. Sidang untuk merespons beredarnya gambar pembaiatan Ba'asyir ini akan terus dilaksanakan meski menurut dia masih ada beberapa pejabat yang mengambil cuti hari raya.

    AISHA SHAIDRA

    Terpopuler

    ISIS Hancurkan Makam Nabi Yunus, Ini Alasannya
    Sekjen PBB Frustasi Hadapi Israel-Hamas
    Pendukung ISIS Menyebar di Negara ASEAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ponsel Tanpa IMEI Terdaftar Mulai Diblokir pada 17 Agustus 2019

    Pemerintah akan memblokir telepon seluler tanpa IMEI terdaftar mulai 17 Agustus 2019 untuk membendung peredaran ponsel ilegal di pasar gelap.