Massa Kubu Prabowo-Hatta Paksa Gembok KPU  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Massa pendukung Prabowo menyegel KPU dengan rantai dan gembok saat berunjukrasa di Gedung KPU, Jakarta, 4 Agustus 2014. Masa menuding KPU tidak netral karena membuka kotak suara Pilpres yang seharusnya dibuka atas perintah MK. ANTARA/Yudhi Mahatma

    Massa pendukung Prabowo menyegel KPU dengan rantai dan gembok saat berunjukrasa di Gedung KPU, Jakarta, 4 Agustus 2014. Masa menuding KPU tidak netral karena membuka kotak suara Pilpres yang seharusnya dibuka atas perintah MK. ANTARA/Yudhi Mahatma

    TEMPO.CO, Jakarta - Massa pendukung Prabowo Subianto-Hatta Rajasa mendatangi gedung Komisi Pemilihan Umum pada Senin, 4 Agustus 2014, pukul 13.45. Mereka merangsek ke depan gerbang KPU dan memaksa menggembok gerbang tersebut. Adapun orator terus melontarkan teriakan, "Maju, perlihatkan ke KPU!"

    Massa beratribut garuda merah itu berkeras menggembok pintu KPU, sehingga terlibat kericuhan dengan anggota kepolisian yang berjaga. Mereka datang membawa bendera kuning. "Terima kasih kepada KPU yang telah menyingkirkan pasangan nomor satu dengan kecurangan," kata orator.

    Mereka juga membawa poster bergambar Husni Kamil Malik, Ketua KPU, yang telah dicoret-coret. Mata Husni digambarkan mirip bajak laut: bermata satu dengan gambar tengkorak. Dua gigi depan Husni digambarkan bertaring panjang.

    Di atas mobil, sang orator menuduh Husni bermain curang dalam proses pemilu. Ia juga menuding Husni menerima suap sebesar Rp 25 miliar. Menurut dia, KPU menguntungkan Jokowi-Jusuf Kalla dalam proses pemilu presiden. Kelompok ini membawa spanduk bertuliskan "KPU Gagal Total karena Tidak Netral".

    Massa yang menamakan diri Dewan Rakyat Jakarta ini mengklaim KPU memaksakan kehendak dengan menetapkan hasil rekapitulasi nasional. Mereka menolak mengatakan memaksakan kehendak memenangi pemilu. Namun pelaksanaan pemilu ulang termasuk dalam salah satu tuntutan mereka. Bahkan mereka meneriakkan, "Revolusi sampai menang!"

    DINI PRAMITA

    Baca juga:
    Bagaimana ISIS Masuk Indonesia?
    Komedian Mamiek Meninggal
    Gaya Asyik Polisi di Jembatan Comal
    Jokowi Hadiri Syukuran Bareng Artis Salam Dua Jari


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Kombatan ISIS asal Indonesia yang Terdeteksi di Suriah dan Irak

    Pada 2017, BNPT memperkirakan seribu lebih WNI tergabung dengan ISIS. Kini, kombatan asal Indonesia itu terdeteksi terserak di Irak dan Suriah.