Selasa, 17 September 2019

Gaya Asyik Polisi di Jembatan Comal  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mobil mengantri  saat terjadi kemacetan arus balik lebaran akibat buka-tutup jalur Comal, Jawa Tengah, 2 Agustus 2014. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    Mobil mengantri saat terjadi kemacetan arus balik lebaran akibat buka-tutup jalur Comal, Jawa Tengah, 2 Agustus 2014. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.CO, Pemalang - Kesibukan mengurai kemacetan di jalur Pantai Utara (Pantura) saat puncak arus balik pemudik pada Sabtu malam, 2 Agustus 2014, tidak menyurutkan selera humor sejumlah anggota Kepolisian Resor Pemalang.

    Menggenggam mikrofon di tepi simpang tiga Comal, satu kilometer arah timur Jembatan Comal, seorang polisi berseru-seru layaknya pemandu pertandingan sepak bola saat mengimbau pemudik agar segera melintasi Jembatan Comal.

    “Jembatan sudah dibuka, kendaraan dari timur meluncur deras. Ya, terus saja melesat. Sedikit lagi. Ya, gol!” kata polisi itu sembari bersorak kegirangan. “Hayo, itu mobil putih kok masih tengok kanan-kiri? Ayo, buruan ditendang pedal gasnya,” ujarnya lagi.

    Tak ayal, sejumlah rekannya yang berjaga di pos pelayanan Comal terpingkal-pingkal. Sebagian pemudik pun tidak jarang membuka kaca mobilnya untuk menyoraki polisi itu. “Yang semangat, Pak,” ujar seorang penumpang minibus bernomor polisi B (Jakarta). Suasana tegang selama berjam-jam mengatur arus lalu lintas pun akhirnya cair.

    Tapi si polisi kreatif ini ogah menyebutkan jati dirinya. “Waduh, jangan tanya nama saya. Nanti jadi terkenal malah repot,” kata polisi humoris berpangkat brigadir itu saat mengelak dari pertanyaan Tempo dan sorotan kamera wartawan televisi.

    Kepala Bagian Humas Polres Pemalang Ajun Komisaris Harsono mengatakan polisi mengimbau melalui pengeras suara untuk mengabarkan kepada para pemudik yang hendak balik ke Jakarta dan Jawa Barat ihwal sistem buka-tutup di Jembatan Comal.

    “Saat dua lajur Jembatan Comal dibuka untuk arah timur (Semarang-Jakarta), pemudik diminta segera bergegas,” kata Harsono. Sebab, jika kendaraan melaju pelan, jembatan yang baru selesai diperbaiki secara darurat itu akan menanggung beban berat.

    Dari pantauan Tempo pada Sabtu pukul 23.00, antrean kendaraan di timur Jembatan Comal mengular hingga memasuki Kabupaten Pekalongan, Kota Pekalongan, dan berujung di wilayah Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang. Panjang antrean itu sekitar 35 kilometer.

    Selain menerapkan sistem buka-tutup di Jembatan Comal dengan durasi 3:1 untuk kendaraan dari timur (1,5 jam) dan dari barat (30 menit), Polres Pemalang juga memberlakukan pembagian jalur Pantura dengan pola 3:1 (tiga lajur untuk kendaraan dari timur dan satu lajur untuk kendaraan dari barat).

    Dengan bantuan Polres Pekalongan, Polres Pekalongan Kota, dan Polres Batang yang mengalihkan sebagian kendaraan dari timur ke jalur-jalur alternatif, kepadatan arus balik yang mencapai puncaknya pada Ahad dinihari itu berangsur surut.

    Pada Ahad pagi, lalu lintas di Jembatan Comal sudah tampak lancar. Hingga pukul 12.00, dua lajur jembatan yang menghubungkan Pemalang dengan Pekalongan itu dibuka untuk kendaraan dari arah berlawanan.

    Adapun sekitar pukul 13.30 polisi kembali memberlakukan sistem buka-tutup karena masih ada gelombang susulan arus balik. “Tapi penumpukan kendaraan dari timur sudah tidak sepadat kemarin,” kata Kepala Satlantas Polres Pemalang Ajun Komisaris Davis Busin.

    DINDA LEO LISTY


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Google Doodle, Memperingati Chrisye Pelantun Lilin-Lilin Kecil

    Jika Anda sempat membuka mesin pencari Google pada 16 September 2019, di halaman utama muncul gambar seorang pria memetik gitar. Pria itu Chrisye.