Ini Alasan Kominfo Belum Blokir Video ISIS

Reporter

Video ajakan bergabung dengan milisi ISIS Indonesia. Youtube.com

TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Ismail Cawidu, membeberkan alasan mengapa lembaganya hingga saat ini belum memblokir video  Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Video yang beredar di Internet dan berisi ajakan kepada warga Indonesia untuk bergabung itu, dianggap banyak pihak merupakan ancaman serius dan harus segera dihentikan. (Baca: Menteri Tifatul Diminta Blokir Video ISIS)

Tapi, menurut Ismail, lembaganya tidak bisa asal memblokir. "Karena kami hingga saat ini belum mendapatkan pengaduan dari pihak terkait," kata Ismail, saat dihubungi, Sabtu, 2 Agustus 2014. "Sehingga kami belum bisa untuk memblokir."

Ismail mengatakan sesuai dengan Peraturan Menteri Nomor 19 Tahun 2014, situs yang bisa langsung diblokir oleh Kominfo adalah konten pornografi dan kekerasan seksual anak. Sedangkan untuk kasus seperti ini, lembaganya masih akan menunggu pengaduan dari pihak-pihak terkait seperti Kementerian Luar Negeri, Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, juga Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. (Baca: Video Ajakan Gabung ISIS Belum Diblokir)

Sebelumnya, sebuah video berisi ajakan dari sekelompok warga Indonesia untuk bergabung ke ISIS beredar melalui situs YouTube. Dalam video berdurasi delapan menit berjudul 'Join the Ranks' itu, seseorang yang menyebut dirinya Abu Muhammad al-Indonesi meminta warga Indonesia untuk mendukung perjuangan ISIS untuk menjadi khilafah dunia.

Dukungan itu pun disambut oleh sebagian warga Indonesia yang setuju terhadap pendirian kekhilafahan di Irak dan Suriah. Ratusan orang di Solo berbaiat dukung ISIS beberapa waktu lalu. Dukungan serupa juga muncul di kota-kota lain di Indonesia.

REZA ADITYA

Terpopuler:
Gaya Orang Kaya Baru Indonesia Diulas Media Asing
ISIS Ancam Ledakkan Jakarta, BNPT: Itu Hanya Isu
Pendiri Kamp Militer di Aceh Pendukung Utama ISIS
Jokowi Pertimbangkan Jabatan Wakil Menteri Dihapus
ISIS Gejala Baru di Indonesia






Pemerintah Targetkan 50 Kota Jadi Smart City pada 2023

4 hari lalu

Pemerintah Targetkan 50 Kota Jadi Smart City pada 2023

Smart City ditujukan untuk meningkatkan mobilitas, menciptakan kualitas hidup, bangunan ramah lingkungan dan memakai sumber energi terbarukan.


RRI Terpilih Jadi Sekretariat Lembaga Penyiaran Dunia

8 hari lalu

RRI Terpilih Jadi Sekretariat Lembaga Penyiaran Dunia

Direktur Utara RRI Hendrasmo mengatakan penunjukan Indonesia sebagai sekretariat organisasi penyiaran dunia ini adalah bentuk kepercayaan global.


Kasus Kebocoran Data Meningkat, Kominfo Terima 33 Laporan Sepanjang 2022

12 hari lalu

Kasus Kebocoran Data Meningkat, Kominfo Terima 33 Laporan Sepanjang 2022

Presiden Joko Widodo alias Jokowi sebelumnya menyinggung soal kebocoran data dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20.


Status Kasus Korupsi BTS Kominfo Naik ke Penyidikan

33 hari lalu

Status Kasus Korupsi BTS Kominfo Naik ke Penyidikan

Kejaksaan Agung menyatakan telah menemukan tindak pidana dan alat bukti yang cukup dalam kasus korupsi BTS Kominfo.


Proyek LRT Jakarta Mandek, Terhambat Regulasi yang Sejak 2015 Selalu Gagal Diurus

34 hari lalu

Proyek LRT Jakarta Mandek, Terhambat Regulasi yang Sejak 2015 Selalu Gagal Diurus

Syafrin Liputo mengungkapkan, regulasi yang belum rampung menyebabkan pembangunan proyek Light Rail Transit atau LRT Jakarta Fase 2 tersendat.


Mengenal BSSN atau Badan Siber dan Sandi Negara

15 September 2022

Mengenal BSSN atau Badan Siber dan Sandi Negara

Badan Siber dan Sandi Negara atau BSSN ikut menelusuri identitas peretas Bjorka


Data PLN dan Telkom Diduga Bocor, Kominfo Investigasi Lebih Lanjut

24 Agustus 2022

Data PLN dan Telkom Diduga Bocor, Kominfo Investigasi Lebih Lanjut

Kementerian Komunikasi dan Informasi atau Kominfo akan menginvestigasi dugaan kebocoran data di PT PLN dan PT Telkom.


KTT G20 di Bali Akan Pamerkan Transformasi Digital ala Meta dan Cisco

30 Juli 2022

KTT G20 di Bali Akan Pamerkan Transformasi Digital ala Meta dan Cisco

Menkominfo pastikan kehadiran dan dukungan Meta dan Cisco dalam KTT G20 di Bali November mendatang.


4 Cara Registrasi Kartu Smartfren yang Mudah dan Cepat

22 Juli 2022

4 Cara Registrasi Kartu Smartfren yang Mudah dan Cepat

Cara registrasi kartu Smartfren bisa dilakukan lewat SMS, website atau aplikasi MySmartfren


Waktu Pendaftaran PSE sampai 27 Juli, Kominfo: Kalau Tidak Respons, Akses Diputus Sementara

22 Juli 2022

Waktu Pendaftaran PSE sampai 27 Juli, Kominfo: Kalau Tidak Respons, Akses Diputus Sementara

Kominfo menetapkan batas waktu pendaftaran PSE hingga 27 Juli 2022 pukul 23.59 WIB.