8 Situs Berita Palsu Tak Bisa Ditutup  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Cyber Crime. moubamba.com

    Ilustrasi Cyber Crime. moubamba.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara Kementerian Komunikasi dan Informatika, Ismail Cawidu, mengatakan lembaganya tak bisa menutup delapan portal berita palsu. Sebab, situs-situs berita palsu itu berasal dari server luar negeri. "Kami hanya bisa meminta pemblokiran, tak bisa menutup," kata Ismail saat dihubungi Tempo, Kamis, 31 Juli 2014. (Baca: Situs Berita Palsu, Ini Cara Setop Penyebarannya)

    Ismail mengatakan delapan situs yang diblokir itu, di antaranya Tempo.co--news.com, Kompas.com--news.com, Antaranews.com--news.com, Detik.com--news.com, Tribunnews.com--news.com, Liputan6.com--news.com, dan Inilah.com--news.com. Situs-situs itu menyewa dua server di Amerika Serikat.

    Menurut dia, kementerian telah mengirim permintaan pemblokiran tersebut pada Rabu, 30 Juli 2014. Sejak itulah portal berita abal-abal itu tak bisa diakses. Ismail mengatakan pemblokiran portal itu bisa kembali dibuka, "Jika tak lagi menulis berita yang dipalsukan." (Baca: Situs Berita Palsu Sama dengan Kampanye Hitam)

    Ismail mengatakan Kementeriannya tetap menelusuri para pemilik situs tersebut. Mereka bisa dipidana jika ada yang melaporkannya kepada kepolisian. (Baca: Tempo Akan Laporkan Pemalsuan Situs ke Polisi)

    Sebelumnya, Menteri Komunikasi Tifatul Sembiring memang telah berjanji akan menutup situs-situs berita palsu tersebut. Dia mengatakan pemilik portal berita palsu itu bisa terancam sanksi pidana 6 tahun penjara. Sebab, situs ini termasuk kategori penipuan lewat web atau phishing. (Baca: Cara Menelusuri Siapa di Balik Situs Palsu)

    NUR ALFIYAH

    Berita Lainnya:
    Jokowi Prioritaskan Berantas Mafia Migas
    Video WNI Ajak Masuk ISIS Beredar di YouTube
    Dituding Wikileaks Terima Suap, SBY Bela Megawati
    Video WNI Ajak Ikut ISIS, Ini Tindakan Polri


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.