OPM Akui Tewaskan Dua Polisi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Jerry Omona

    TEMPO/Jerry Omona

    TEMPO.CO, Jayapura - Panglima Tentara Pembebasan Nasional Organisasi Papua Merdeka wilayah Lanny Jaya, Purom Okiman Wenda, mengaku pasukannya telah menembak satu mobil yang melaju di antara Distrik Maki dan Pirime di daerah Kampung Indawa dan menewaskan dua anggota kepolisian, Senin, 28 Agustus 2014, sekitar pukul 12.10 Wita.

    Dua polisi yang meninggal adalah Bripda Yoga A.J. Ginuny--tertembak di bagian perut--dan Bripda Zulkifli D. Putra--terkena peluru tajam di kepala. Dua polisi lain, Bripda Alex Numbery dan Briptu Helsky Bonyadone, terluka di pelipis. Para korban telah dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Wamena yang berjarak satu setengah jam perjalanan darat dari Polres Lanny Jaya. "Pasukan saya sebanyak belasan orang telah menembak polisi. Dua di antaranya kami yakin meninggal karena kena di kepala,"  kata Purom Okiman kepada Tempo, Rabu 30 Juli 2014.

    Ia mengatakan aksi tersebut merupakan bagian dari usaha mengganggu aktivitas aparat keamanan. Juga bertujuan menunjukkan kepada dunia internasional bahwa pergolakan bersenjata dalam kaitan dengan pergerakan Organisasi Papua Merdeka masih terjadi. "Kami minta pada tentara dan polisi, jangan membunuh rakyat sipil. Kalau mau membalas atas peristiwa kemarin, kami siap berperang," kata Okiman.

    Purom mengatakan pasukannya akan terus menyerang markas dan aparat keamanan. "Kami sudah menegaskan bahwa perang sudah dimulai. Kalau ingin mengejar kami, silakan," ujarnya.(Baca:OPM Klaim Tembak Iringan Pengangkut Sembako)

    Purom menjelaskan, penembakan itu terjadi saat sebuah mobil yang mengangkut empat polisi melaju dari Tiom, ibu kota Lanny Jaya, menuju perkampungan penduduk. Saat mobil tiba di antara Distrik Maki dan Pirime di daerah Kampung Indawa, pasukannya menyergap dari perbukitan. Setelah menembak hingga tewas dua polisi, anak buah Purom kemudian mengejar dua polisi yang melarikan diri.

    "Tidak ada perlawanan. Mereka ada empat orang, dua ditembak, sementara dua lainnya lari. Pasukan saya juga merampas satu pistol dan tiga senjata laras panjang," ujarnya. (Baca:Anggota OPM Tewas Tertembak di Puncak Jaya)

    Kepala Bidang Humas Polda Papua Kombes Pol Sulistiyo Pudjo, saat dimintai konfirmasi, membenarkan kabar kejadian itu. Penembakan berlangsung saat anggota kepolisian hendak melaksanakan kegiatan bimbingan masyarakat (bimas) di Desa Indawa, Lanny Jaya. "Korban ditembak oleh kelompok kriminal bersenjata. Perbuatan itu harus kita kutuk dengan sekeras kerasnya," katanya.

    Menurut dia, peran Polri dalam pembentukan karakter masyarakat sangat penting. "Apalagi kegiatan bimas mendukung pembangunan yang dilakukan pemerintah. Saya minta masyarakat juga tetap tenang dan yakin bahwa kelompok kriminal tersebut akan mempertanggungjawabkan perbuatannya." (Baca:Sosialisasi Pemilu 2014 sampai Sarang OPM)

    Saat ini, kata Pudjo, polisi terus mengejar kelompok tersebut, bekerja sama dengan kesatuan TNI terdekat. "Akan terus kita kejar." 

    JERRY OMONA

    Baca juga:
    Polri: Kami Tak Berhubungan dengan Smith & Wesson
    Peretas Cina Curi Dokumen Persenjataan Israel
    Larang Pungli, Warga Dikeroyok Puluhan Anggota PP
    Siang Ini, Hujan Ringan Guyur Jabodetabek


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.