KPK: Wajah Pemeras TKI Ditayangkan di Bandara  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah TKI menunggu pemulangan menuju daerah asal masing-masing di Balai Pelayanan Kepulangan TKI Selapajang, Tangerang, Banten, 1 November 2011. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Sejumlah TKI menunggu pemulangan menuju daerah asal masing-masing di Balai Pelayanan Kepulangan TKI Selapajang, Tangerang, Banten, 1 November 2011. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Bambang Widjojanto tak mempermasalahkan pembebasan 18 pemeras tenaga kerja Indonesia yang sebelumnya dicokok dalam inspeksi mendadak pada Jumat malam, 25 Juli 2014. Berdasarkan informasi dari Bareskrim Mabes Polri, kata dia, dua anggota kepolisian dan satu aparat TNI AD yang ikut ditangkap masih menjalani pemeriksaan lanjutan di kesatuannya masing-masing. Sedangkan 15 sisanya yang merupakan preman akan dikenai sanksi bila mengulangi perbuatan mereka.

    Selain itu, KPK juga mempunyai cara lain agar para pemeras TKI  tak melakukan aksi lagi. “Atas usulan Direktur Angkasa Pura II, wajah yang diamankan ditayangkan di bandara agar diketahui publik,” kata Bambang melalui pesan pendek, Selasa, 29 Juli 2014. “Setahu saya sudah dilakukan.” (Baca: Pukat UGM Minta Sidak Pemeras TKI Dievaluasi)

    Menurut Bambang, seusai sidak KPK bersama Bareskim serta Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan, telah terjadi penurunan drastis praktek percaloan dan pemerasan di Terminal 2D atau terminal kedatangan TKI Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Dia mengakui satu kali sidak tidak mungkin bisa menyelesaikan masalah percaloan dan pemerasan. “Strategi kami memang ada program lanjutan,” ujarnya. (Baca:Kompolnas Minta Polisi Pemeras TKI Dipidanakan)

    Pada Jumat malam, 25 Juni 2014, hingga Sabtu dinihari, KPK bersama Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan serta Bareskrim Polri menggelar sidak di Terminal 2D Bandara Soekarno-Hatta. Sidak tersebut bertujuan memantau pelayanan terhadap TKI. 

    Sidak dilakukan tengah malam karena menunggu kedatangan pesawat dari Timur Tengah yang mengangkut para TKI. Sayangnya, saat itu tak ditemukan pemerasan terhadap TKI. Namun tim menemukan pemerasan terhadap dua turis asing, yakni dari Slovenia dan Pakistan. 

    Akhirnya, tim mengamankan 18 orang yang terdiri atas dua anggota kepolisian, satu anggota Pomdam Jaya, dan sisanya preman. (Baca:Daftar Pungli yang Dibayar TKI di Soekarno-Hatta)

    LINDA TRIANITA

    Baca juga:
    Jadi Presiden, Jokowi Blusukan Keliling Indonesia

    Pukat UGM Minta Sidak Pemeras TKI Dievaluasi

    Lima Jam Macet Parah, ke Puncak Satu Arah

    Idul Fitri,Putin Puji Sumbangsih Umat Muslim Rusia




     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.