Ini Alasan Bos Sido Muncul Beli Bajaj Jokowi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Presiden Joko Widodo (kanan) berdiskusi dengan Juru Bicara kampanye Anies Baswedan (kiri) saat menaiki Bajaj di depan Kantor KPU, Jakarta (1/6). Usai dapatkan nomor urut Capres Cawapres, Jokowi menuju tempat berkumpul pendukungnya. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Calon Presiden Joko Widodo (kanan) berdiskusi dengan Juru Bicara kampanye Anies Baswedan (kiri) saat menaiki Bajaj di depan Kantor KPU, Jakarta (1/6). Usai dapatkan nomor urut Capres Cawapres, Jokowi menuju tempat berkumpul pendukungnya. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta: Chief Executive Officer Sido Muncul Irwan Hidayat mengisahkan bahwa alasannya membeli bajaj yang bekas ditumpangi oleh presiden dan wakil presiden terpilih, Jokowi-Jusuf Kalla, murni karena nilai historisnya. "Satu-satunya di dunia, calon presiden dan wakil presiden naik bajaj untuk mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum, dan akhirnya terpilih. Momen ini tidak akan terulang," ujarnya saat dihubungi Tempo pada Sabtu, 26 Juli 2014.

    Menurut dia, pemilihan moda transportasi bajaj oleh Jokowi-JK saat itu sungguh tak terduga dan unik. "Sontak langsung tebersit dalam pikiran saya untuk membeli kedua bajaj itu dan akan saya letakkan di lobi Hotel Tentrem, Yogyakarta," tuturnya. Ia mengaku sudah membeli bajaj itu pada 24 Juni 2014, dan baru diserahterimakan pada hari Kamis, 24 Juli 2014. (Baca: Jokowi-Kalla ke KPU Naik Bajaj)

    Irwan mengatakan bahwa bisa menghubungi dan menemukan pengendara bajaj dari wartawan yang saat itu meliput Jokowi-JK saat mendaftarkan diri ke KPU. Lantas ia menghubungi pengendara itu untuk menyatakan keinginannya membeli bajaj yang mereka kemudikan. "Nama pengendara itu Pak Rahmat yang mengemudikan bajaj Jokowi dan Pak Bori yang mengendarai bajaj JK," ia menuturkan.

    Semula, kata Irwan, kedua pengendara itu enggan untuk diberi uang seandainya bajaj mereka jadi dibeli. Pengemudi bajaj itu hanya ingin dibelikan bajaj pengganti dengan spesifikasi yang sama, di mana harga per unitnya ialah Rp 120 juta. "Jadilah saya beli dua bajaj baru plus saya beri uang saku ke masing-masing pengemudi Rp 20 juta. Jadi total pembelian bajaj bekas Jokowi-JK Rp 280 juta," kata dia. (Baca: Sopir Bajaj Jokowi-Kalla Rela Tak Dibayar)

    Setelah bajaj ia dapatkan, koleganya serta-merta menawar dua bajaj itu dengan harga lebih tinggi Rp 100 juta. "Jadi kedua bajaj itu sudah mau dibeli seharga Rp 380 juta. Tapi tidak akan saya lepas karena nilai sejarahnya yang begitu tinggi," kata Irwan.

    Irwan mengungkapkan bahwa kedua bajaj itu akan segera diletakkan di lobi Hotel Tentrem miliknya di Yogyakarta selepas Lebaran. Ia berencana memamerkan benda bersejarah tersebut disertai dengan kliping dan foto dari surat kabar yang memuat berita Jokowi-JK menunggangi bajaj tersebut saat momen pemilu presiden 2014. "Kliping tersebut sebagai bukti otentik serta penarik minat tamu Hotel Tentrem agar mau mengambil foto di depan bajaj tersebut sehingga tetamu lah yang mempromosikan keunikan Hotel Tentrem," ujarnya. (Baca: Beda Gaya Jokowi-Prabowo Menjelang Undian Nomor Urut)

    RAYMUNDUS RIKANG R.W.

    Terpopuler:
    Kabinet Jokowi Beri Ruang Luas Bagi Perempuan
    Militan ISIS Ledakkan Makam Nabi Yunus
    Atlet Sabina Altynbekova Banjir Hadiah dari Fan
    Dukung Israel, Wanita Kirim Foto Seksi ke Facebook
    KPK Sidak ke Soekarno-Hatta, 14 Orang Digelandang


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.