Mudik Lebaran, Ini Antisipasi Kejahatan Ala Polisi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Boediono bersama menteri terkait temui pemudik yang menggunakan jasa kereta api di Stasiun Senen, Jakarta, 24 Juli 2014. TEMPO/Subekti

    Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Boediono bersama menteri terkait temui pemudik yang menggunakan jasa kereta api di Stasiun Senen, Jakarta, 24 Juli 2014. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta -  Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Markas Besar Kepolisian Inspektur Jenderal Ronny Franky Sompie mengatakan 86 ribu polisi dari seluruh Kepolisian Daerah disiapkan untuk menjaga keamanan sekaligus mengantisipasi kejahatan di musim mudik Lebaran 2014.

    Para polisi itu, merupakan personel yang turut menjaga Pemilihan Umum Presiden 9 Juli lalu. "Mereka sebelumnya melakukan pengamanan selama Pilpres," kata Ronny saat dihubungi Tempo, Kamis, 24 Juli 2014. (Baca: Puncak Mudik Terminal Pulogadung H-2 Lebaran)

    Selain menyiapkan personel berseragam untuk berjaga di lajur mudik dari Sumatera Selatan hingga Nusa Tenggara Timur, kata Ronny, Kepolisian menyiapkan pos penjagaan dan pelayanan masyarakat. "Anggota yang tak memakai seragam pun kami tebar. Utamanya serse dan intel yang memang melakukan operasi tertutup," ujar dia.

    Kepolisian tak cuma memperhatikan pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi. "Kami justru mengimbau pemudik yang menumpang kendaraan umum harus lebih hati-hati," kata Ronny.

    Untuk pemudik yang naik kendaraan umum, saran Ronny, harus menempatkan uang di tempat yang aman. Selain itu, pemudik sebaiknya tak memakai perhiasan yang bisa mengundang niat jahat. (Baca: Mudik, Garuda Tambah Lima Penerbangan ke Padang)

    Pemilihan pakaian sebaiknya mulai diperhatikan. "Gunakan pakaian yang ringkas," ujar Ronny. Tak lupa, pemudik wajib hati-hati dengan orang-orang tak dikenal yang tiba-tiba menawarkan sesuatu. "Kami khawatir ada unsur kesengajaan, misalnya memasukkan obat ke minuman."

    Ronny mengatakan polisi tak hanya memperhatikan keselamatan pemudik. Melainkan juga, rumah dan harta yang ditinggal pemudik selama musim Lebaran berlangsung. Di kota-kota yang cenderung ditinggal pemudik, polisi bakal berkoordinasi dengan petugas keamanan kompleks rumah, hingga sekuriti pusat perbelanjaan. Tujuannya, menghindari upaya perampokan. (Baca: Mangindaan: Besok Puncak Arus Mudik)

    Supaya keamanan terjamin, menurut Ronny, masyarakat pun wajib melakukan tindakan preventif. "Antisipasi kebakaran juga perlu," kata dia. Peralatan yang tersambung dengan listrik harus diperhatikan sebelum meninggalkan rumah. "Membina hubungan dengan petugas keamanan lingkungannya, dan menitipkan keamanan rumahnya ke petugas tersebut," kata Ronny.

    MUHAMAD RIZKI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.