Rabu Malam, Oprit Jembatan Comal Akan Diaspal  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja menyelesaikan perbaikan jembatan Comal di Pemalang, Jawa Tengah, Senin 21 Juli 2014. ANTARA/Wahyu Putro A

    Pekerja menyelesaikan perbaikan jembatan Comal di Pemalang, Jawa Tengah, Senin 21 Juli 2014. ANTARA/Wahyu Putro A

    TEMPO.CO, Pemalang - Sudah lima hari Jembatan Comal di jalur Pantai Utara (Pantura) wilayah Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Pemalang, ditutup karena oprit atau penghubung antara jalan dan jembatan sisi barat ambles sejak Jumat pekan lalu.

    Hingga Selasa, 22 Juli 2014, petugas Bina Marga dan anggota TNI masih terus melakukan penimbunan material pada oprit yang telah dipasangi sejumlah gorong-gorong baja (armco) sejak Ahad lalu. Sedikit demi sedikit, timbunan material pasir dan batu itu dipadatkan.

    Seperti diketahui, satu lajur jembatan sisi utara (arah Jakarta-Semarang) itu akan dibuka pada Kamis, 24 Juli 2014. Namun satu lajur jembatan yang menghubungkan Pemalang dan Pekalongan itu hanya dibuka untuk kendaraan kecil, seperti sepeda motor dan mobil pribadi.

    Kepala Satuan Kerja Wilayah I (Kendal-Brebes) Bina Marga Jawa Tengah, Sumarjono, mengatakan oprit yang telah diperbaiki secara darurat itu akan mulai diaspal pada Rabu malam, 23 Juli 2014.  "Rabu malam diaspal, Kamis sudah bisa dilewati," kata Sumarjono.

    Sumarjono berujar, tidak ada kendala yang berarti selama lima hari proses perbaikan darurat Jembatan Comal. "Memang sempat turun hujan pada Ahad lalu, tapi tidak terlalu menghambat," ujarnya.

    Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Wilayah V Bina Marga Hedy Rahardian mengatakan perbaikan darurat Jembatan Comal juga akan dilakukan dengan pemasangan counter weight (penyeimbang) berupa batu-batu besar di bawah jembatan. "Ada gerakan (pada oprit), tapi itu wajar karena aktivitas alat berat," kata Hedy.

    Di jalur Pantura wilayah Brebes-Tegal, kendaraan pemudik dari Jakarta dan Jawa Barat terpantau semakin padat meski belum sampai menimbulkan kemacetan lalu lintas di sejumlah titik rawan. (Baca juga: Jembatan Comal Rusak, Pemudik Tunggu Bus 10 Jam.)

    "Kepadatan arus mudik di Jalur Pantura banyak berkurang karena pengalihan ke jalur selatan," kata Kepala Bidang Perhubungan Darat Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika Brebes, Johari. (Baca juga: Jembatan Comal Amblas, Pemudik Menumpuk di Jakarta.)

    Adapun kemacetan di jalur-jalur alternatif Brebes-Tegal yang menghubungkan jalur Pantura dan jalur selatan terpantau padat lancar. Kemacetan panjang biasanya terjadi pada malam hari. Kepolisian Resor Brebes dan Dishubkominfo Brebes telah mengerahkan banyak petugas untuk mengatur arus lalu lintas di titik-titik rawan macet di jalur alternatif.

    DINDA LEO LISTY

    Baca juga:
    SBY Berhentikan Kepala Staf TNI AD
    Berita Potong Kelamin, Ahmad Dhani ke Dewan Pers
    Ahok Ngamuk Tamunya Kemalingan di Balai Kota
    Intelijen AS Beberkan Temuan Soal Jatuhnya MH17


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.