Ini Data Korban Kekerasan Geng Motor di Cirebon  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Imam Yunni

    TEMPO/Imam Yunni

    TEMPO.CO, Cirebon - Geng motor kembali berulah di Cirebon. Korbannya, mahasiswa jurusan manajemen ekonomi perbankan syariah (MEPI) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syech Nurjati Kota Cirebon, Syukron Maulidi, 21 tahun. Ia tewas setelah ditusuk anggota geng motor geng motor GBR.

    Saat itu, warga Sindangjawa, Kecamatan Dukuhpuntang, Kabupaten Cirebon, hendak membeli makanan untuk sahur di Desa Kenanga, Kecamatan Sumber, Ahad, 20 Juni 2014, sekitar pukul 02.00 WIB. "Syukron menderita luka tusuk sekitar 6 cm pada bagian leher," kata saksi, Ubaedillah, Ahad, 20 Juni 2014.

    Rekam jejak kejahatan geng motor di Cirebon:

    26 November 2013
    Seorang anggota Satlantas Polres Cirebon Kota Briptu Dadang ditabrak orang yang diduga anggota geng motor, saat bertugas menyeberangkan anak sekolah dasar di ruas Jalan Kartini, Kota Cirebon. Briptu Dadang mengalami syok akibat terkena benturan keras dengan aspal.

    15 April 2013
    Seorang siswa SMA Negeri 3 Kota Cirebon, Fiqih Al Ghifari, 18 tahun, warga Permata Harjamukti, Kota Cirebon, mengalami luka parah akibat ulah geng motor. Akibat bacokan Fiqih harus menjalani 60 jahitan di bagian kepala dan 17 jahitan di bagian kaki. Ia pun tidak bisa mengikuti ujian nasional.

    3 April 2011
    Seorang wartawan, Abdul Hamid, menjadi korban tindakan brutal geng motor. Saat itu ia tengah makan di sebuah warung bubur dan tiba-tiba segerombolan pemuda diduga geng motor melempari warung. Beruntung Hamid berhasil menyelamatkan diri, namun motornya yang tengah parkir di depan warung rusak parah dirusak dan diinjak-injak anggota geng motor.

    16 Juli 2010
    Bripda Athoillah, anggota Polsek Sedong, Kabupaten Cirebon, dianiaya geng motor XTC di kawasan Jalan Kartini, Kota Cirebon. Dari hasil rekonstruksi diketahui jika Bripda Athoillah dianiaya secara brutal oleh anggota geng motor. Mereka antara lain memukul dan menendang kepalanya, menyabetkan celurit, samurai, dan gir yang diikat oleh rantai ke tubuh korban. Bahkan secara beramai-ramai mereka pun memukul dan menendang korban berkali-kali.

    12 Juli 2009
    Seorang satpam BRI Syariah, M. Hardi Purwanto, 38 tahun, warga Jalan Widarasari II No 1, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, tewas. Saat itu korban baru pulang dari tempat kerjanya pada dinihari dengan mengendarai sepeda motor dari daerah Gunung Sari menuju Kesambi, Kota Cirebon. Di tengah jalan ia dihadang anggota geng motor yang bertindak brutal dengan menganiaya bahkan memukulkan pecahan ubin ke kepala korban. Korban tewas seketika di lokasi kejadian.

    29 Maret 2009
    Toto, 19 tahun, warga Bode Lor, Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon, mengalami luka sabetan pisau di bagian tangan. Saat itu Toto bersama temannya Indra, baru pulang dari rumah teman mereka dan hendak kembali ke rumah. Namun di tengah jalan mereka bertemu dengan segerombolan geng motor yang langsung menguasai jalan dan menghadang Toto dan Indra.

    Awal November 2007
    Muhammad Umar, siswa kelas III SMK Nasional Kota Cirebon, menjadi korban keberingasan geng motor. Saat tengah nongkrong di depan SMP 4, Jalan Pemuda, Kota Cirebon, bersama dengan teman-temannya, segerombolan pemuda menggunakan sepeda motor tiba-tiba menghadang mereka. Walaupun berusaha kabur, namun sebilah pisau menancap di punggungnya. Akibatnya limpa Umar pun harus diangkat. (Baca juga: Ini Geng Motor Paling Ditakuti di Jakarta-Bandung)

    IVANSYAH

    Berita Lain
    Ahok Sitir Ucapan Nabi Muhammad Soal Pendidikan
    Pelayan Ini Makan Kecoa yang Ditemukan Pelanggan
    Satu Lagi Situs Real Count Selain Kawalpemilu.org


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.