Polri Siapkan 22.500 Aparat Amankan Pleno KPU  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Di balik tameng petugas kepolisian melihat para demostran  saat aksi unjuk rasa di depan Bawaslu di jalan Thamrin, Jakarta (07/02) Aksi tersebut dalam rangkai dari simulasi pengamanan pemilu 2014. TEMPO/Dasril Roszandi

    Di balik tameng petugas kepolisian melihat para demostran saat aksi unjuk rasa di depan Bawaslu di jalan Thamrin, Jakarta (07/02) Aksi tersebut dalam rangkai dari simulasi pengamanan pemilu 2014. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian Republik Indonesia menyiapkan 22.500 personel untuk mengawal pleno terbuka rekapitulasi suara nasional oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Selasa, 22 Juli 2014. "Polisi akan ditempatkan pada empat ring pengamanan dengan tugas berbeda," kata Kapolri Jenderal Sutarman dalam acara deklarasi damai relawan Prabowo dan Jokowi di Balai Kartini, Ahad, 20 Juli 2014.

    Menurut dia, sistem pangamanan ring pertama berada di dalam gedung. Petugas berpakaian preman akan memantau kondisi di dalam gedung. Jika terjadi masalah, petugas tersebut dapat memberikan informasi ke luar. Ring kedua berada di luar gedung untuk pengamanan. Adapun ring ketiga, petugas menggunakan water canon untuk menghalau masa yang mungkin rusuh. Lalu, di ring keempat, petugas mengamankan jalan-jalan akses menuju ke Jalan Diponegoro.

    Sutarman berharap deklarasi damai dapat bergulir hingga lapisan masyarakat di daerah untuk mengantisipasi terjadinya kekacauan. "Polisi akan bertindak tegas kalau ada yang melanggar dan mengganggu kedamaian," ujarnya.

    Sutarman menuturkan pengamanan KPU juga dibantu oleh 450 personel TNI. Daerah-daerah yang rawan di Jakarta sudah diperhitungkan. Jadi, suara rakyat yang selama ini sudah diberikan dapat diamankan. "Akses-akses dari daerah sekitar menuju Jakarta sudah dipantau di hari pengumuman," ujarnya.

    AMOS SIMANUNGKALIT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Pemberantasan Rasuah Indonesia di Hari Antikorupsi Sedunia

    Wajah Indonesia dalam upaya pemberantasan rasuah membaik saat Hari Antikorupsi Sedunia 2019. Inilah gelap terang Indeks Persepsi Korupsi di tanah air.