Mudik, Pemerintah Khawatirkan Pelabuhan di Kalimantan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pemudik terpaksa tidur di geladak kapal akibat membludaknya penumpang KM Price Soya pada arus mudik di Pelabuhan Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu dinihari (4/8). ANTARA/Amirullah

    Sejumlah pemudik terpaksa tidur di geladak kapal akibat membludaknya penumpang KM Price Soya pada arus mudik di Pelabuhan Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu dinihari (4/8). ANTARA/Amirullah

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Bobby Mammahit mengkhawatirkan penumpukan penumpang di pelabuhan-pelabuhan Kalimantan pada musim mudik Lebaran tahun ini. Setiap tahun penumpukan penumpang selalu terjadi di beberapa pelabuhan, seperti di Pontianak, Sampit, Nunukan, dan Balikpapan.

    "Kami akan berusaha agar penumpang enggak berangkat di hari yang sama, sehingga enggak ada penumpukan," kata Bobby saat memaparkan Rencana Operasi Penyelenggaraan Angkutan Laut Lebaran 2014 di Hotel Millenium, Jakarta, Selasa, 15 Juli 2014.

    Terbatasnya kapal, kata Bobby, menjadi penyebab terjadinya penumpukan penumpang. Dia mencontohkan, jumlah pemudik yang berangkat dari Sampit mencapai 3.000 orang, sedangkan kapal yang berlayar hanya satu unit, dengan kapasitas angkut 1.500 orang. "Akhirnya harus menunggu satu kapal lagi," kata Bobby.

    Menurut Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Ditjen Perhubungan Laut Harry Boediarto, pemerintah tak bisa menambah jumlah kapal yang berlayar dari dan menuju Kalimantan. Sebab, jumlah kapal memang terbatas dan sudah melayani rute-rute lainnya. "Armadanya ngepas. Pernah kapasitas besar Jakarta-Blinyo kami pindahkan ke Sampit. Justru yang di Blinyo teriak," kata Harry.

    Pada musim mudik tahun ini, pemerintah telah menyediakan 1.259 kapal untuk mengangkut 1.573.986 penumpang. Sebanyak 25 unit merupakan kapal-kapal besar milik Pelni yang melayani pelayaran antarpulau. Adapun 1.049 kapal swasta akan melayani pelayaran jarak dekat, di antara 84 kapal pelayaran perintis, 72 kapal penumpang, dan sisanya kapal roll-on/roll-off milik swasta dan PT ASDP Indonesia. Sebanyak 52 pelabuhan yang melayani penumpang akan dipantau.

    KHAIRUL ANAM

    Terpopuler:
    BI: Jangan Kaget dengan Uang NKRI 
    Deddy Mizwar Diberi Dua Pilihan jika Main Sinetron 
    Rekapitulasi Suara Pilpres di Jabar Lancar 
    Ahok: Jangan Sungkan SMS Saya
    Bandara Tripoli Digempur, 90 Persen Pesawat Hancur
    Dua Guru JIS Ditahan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.