Jalur Alternatif di Kabupaten Cirebon Masih Rusak

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kendaraan pemudik berjalan merayap saat arus balik di jalur pantura Brebes, Jawa Tengah, (10/8). Arus balik yang melintas di pantura menuju Jakarta mulai padat dan diprediksi puncak arus balik padaMinggu (11/8). ANTARA/Oky Lukmansyah

    Kendaraan pemudik berjalan merayap saat arus balik di jalur pantura Brebes, Jawa Tengah, (10/8). Arus balik yang melintas di pantura menuju Jakarta mulai padat dan diprediksi puncak arus balik padaMinggu (11/8). ANTARA/Oky Lukmansyah

    TEMPO.CO , Cirebon:  Sejumlah ruas jalan alternatif mudik lebaran Idul Fitri 2014  di Kabupaten Cirebon masih rusak dan memprihatinkan.Hal tersebut diungkapkan Kapolres Cirebon, AKBP Irman Sugema, Sabtu 12 Juli 2014.

    "Memang ada jalur  alternatif yang akan digunakan untuk mudik Lebaran di Kabupaten Cirebon jika terjadi kepadatan kendaraan di jalur utama Pantura," katanya. Jalur tersebut yaitu Bunder-Jenun-Arjawinangun. Jalur ini terutama akan digunakan jika terjadi kepadatan kendaraan akibat kegiatan pasar tumpah di Pasar Tegalgubug.

    Pasar Tegalgubug merupakan pasar sandang besar yang hari pasarannya setiap Selasa dan Sabtu. Pada saat itu biasanya pedagang akan berjualan hingga ke bahu jalan sehingga sering kali terjadi antrean kendaraan yang cukup panjang di jalur utama pantura. Kondisi ini diperparah dengan orang yang lalu lalang menyeberang, dan becak maupun kendaraan umum yang parkir dan berhenti sembarangan di depan pasar.

    "Untuk itu jalur alternatif pun akan digunakan (untuk mengurai kepadatan kendaraan)," kata Irman.

    Namun sayangnya, lanjut Irman, kondisi jalur alternatif tersebut saat ini kurang baik. Terdapat lubang dimana-mana dan minimnya rambu-rambu lalu lintas. "Kami sudah meminta dinas terkait untuk segera memperbaiki jalur alternatif tersebut,",katanya.

    Dinas terkait  menjanjikan sepuluh hari menjelang lebaran Idul Fittri 2014, seluruh jalan yang rusak di jalur alternatif sudah diperbaiki, sekalipun perbaikannya hanya berupa tambal sulam. "Yang penting pemudik merasa nyaman melewati jalur itu," kata Irman.

    Polres Cirebon pun, lanjut Irman, akan berkoordinasi dengan Polres Brebes untuk mengantisipasi terjadinya antrean kendaraan di pintu keluar tol Kanci-Pejagan. "Hal ini dikarenakan adanya pintu perlintasan kereta api saat pemudik keluar dari tol Kanci-Pejagan di daerah Pejagan, Brebes," katanya. (Baca juga: Pemudik Diimbau Tidak Lewat Jalur Alternatif).

    Jika hal itu  tidak diantisipasi, Ia khawatir akan terjadi antrean panjang di jalan tol. Terlebih saat ini jalur kereta api sudah menjadi dua jalur sehingga kereta api akan cukup sering melewati jalur tersebut.

     IVANSYAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.