Ormas Islam Klaim Prabowo Panglima Perang  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Capres Prabowo Subianto, dalam acara Dialog Kebudayaan Bersama Capres dan Cawapres di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, 28 Juni 2014. Acara tersebut diselenggarakan oleh Federasi Teater Indonesia (FTI) dan Bale Sastra Indonesia (BSI). TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Capres Prabowo Subianto, dalam acara Dialog Kebudayaan Bersama Capres dan Cawapres di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, 28 Juni 2014. Acara tersebut diselenggarakan oleh Federasi Teater Indonesia (FTI) dan Bale Sastra Indonesia (BSI). TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara tim sukses Prabowo Subianto-Hatta Rajasa Letnan Jenderal (Purnawirawan) Johanes Suryo Prabowo menganggap penyebutan Prabowo sebagai panglima perang oleh organisasi kemasyarakatan Islam bukan sebagai hal yang perlu dipermasalahkan. "Saya tidak bisa komentar banyak karena tidak mendengar langsung. Tapi, kalau benar, itu kan tanda Pak Prabowo dipercaya," ujarnya saat dihubungi Tempo, Selasa, 1 Juli 2014.

    Hari ini, sejumlah ormas Islam berkumpul di Masjid Gedhe Kauman, Yogyakarta. Mereka hendak menyatakan dukungan kepada Prabowo-Hatta. Dalam undangan itu, Prabowo diklaim sebagai panglima perang kaum muslimin.

    Menurut Johanes, dukungan dan penobatan Prabowo sebagai panglima perang dari ormas Islam tak perlu dipermasalahkan karena hal itu hanyalah bentuk dukungan. Lagipula, ia menilai, tak bijak jika dukungan-dukungan itu ditolak hanya karena persepsi.

    Persepsi masyarakat bahwa ormas Islam kasar yang beredar di masyarakat, kata Johanes, belum tentu benar. Kalaupun benar, menurut Johanes, mereka justru harus dirangkul, diajak bicara, bukan dijauhi. "Jika mereka berusaha mendekat, ya diterima. Kalau menjauh, ya jangan dipaksa. Menurut kami, seperti itu. Ibarat anak nakal, menjauhi mereka tidak akan membuat mereka berhenti nakal," tuturnya.

    Johanes menegaskan bahwa pihak Prabowo-Hatta menerima siapa saja yang akan mendukung mereka. Alasannya, karena pihaknya menjunjung nilai-nilai Bhineka Tunggal Ika.

    ISTMAN M.P.

    Terpopuler
    Titiek: Keluarga Cendana 100% Dukung Prabowo-Hatta 
    Politikus Ini Masih Sakit Hati kepada Demokrat 

    Gunung Sinabung Meletus, Tidak Ada Korban Jiwa


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.