Bulan Ramadan, Alwi Shihab: Hentikan Kampanye Hitam  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sampul tabloid obor rakyat. (oborrakyat)

    Sampul tabloid obor rakyat. (oborrakyat)

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Menteri Luar Negeri pada era Abdurahhman Wahid, Alwi Shihab, menyerukan agar kampanye hitam dihentikan selama bulan suci Ramadan. "Ramadan, kan, bulan suci. Aktivitas seperti berbohong saja tidak boleh, apalagi kampanye hitam yang menyebarkan fitnah," katanya kepada wartawan di Apartemen Menteng, Jumat, 27 Juni 2014.

    Alwi menilai kecintaan terhadap salah satu capres jangan sampai menimbulkan fitnah. Menurut dia, fitnah-fitnah ini bisa saja dilakukan oleh simpatisan, pendukung, atau tim kampanye yang berada di belakang capres tertentu. "Jangan sengaja menimbulkan fitnah-fitnah yang dibuat dengan dalih dalam rangka pemenangan calon," ujarnya.

    Anggota tim pemenangan Jokowi-Kalla ini menilai kemenangan yang diraih dengan fitnah atau kampanye hitam merupakan sebuah kemenangan yang tidak elegan. Kampanye hitam, kata dia, sudah pasti mengganggu ibadah masyarakat muslim. "Dalam puasa, mari kita menanggalkan upaya menang dengan cara yang curang," katanya.

    Alwi juga mengimbau para pemuka agama agar tidak melakukan kampanye di masjid-masjid apalagi yang menyudutkan salah satu capres. Menurut dia, para pemuka agama boleh saja memberikan pandangannya, tapi jangan menjurus ke arah negatif dan mengarahkan massa. "Sangat benar jika pemerintah melalui Bawaslu tidak mengizinkan. Anda boleh memberikan pandangan tapi tidak menjurus," ia menambahkan.

    ANANDA TERESIA

    Berita Terpopuler
    Lecehkan Benyamin, Program YKS Trans TV Dihentikan
    Pemecatan Kader Golkar, Ical Bakal Diserang Balik
    Enam Pengusaha RI Masuk Daftar 48 Dermawan Asia  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?