Gara-gara "Nyontek", Rifki Dikirim Ke Jepang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Ilustrasi. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Makassar - Gara-gara mendesain perilaku nyontek merupakan bagian dari korupsi, Muhammad Rifki Mattalatta, siswa SMA Negeri 1 Pinrang didaulat mewakili Indonesia pada Festival Internasional Desain poster di Negeri Sakura. Wakil Sulawesi Selatan ini di tetapkan sebagai juara 1 pada Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) di Hotel Horison Semarang 2-7 Juni lalu, setelah mengalahkan 33 wakil dari setiap provinsi yang ada di Indonesia.

    Muhammad Rifki menilai perilaku menyontek di kalangan pelajar saat menghadapi ujian adalah salah satu model korupsi di kalangan pelajar. " Tema yang diberikan peserta lomba desain itu adalah masalah remaja, dan tema khusus terkait masalah korupsi," kata Rifki yang ditemui Tempo di kompleks sekolahnya, Rabu 25 Juni 2014.

    Desain karikatur karya Rifki didominasi warna merah bergambarkan bangku, dengan kertas menjulur ke depan dan bertuliskan nomor nomor jawaban. Pada tulisan atas berbunyi. "Duduk di bangku kecil aja udah korupsi, gimana kalo yang gede."

    Rifki mengatakan fenomena nyontek di kalangan pelajar bukan hal yang baru, dan menumbuhkan keprihatinan. "Ini sebagai bentuk ketidak siapan, siswa menghadapi ujian yang diujikan oleh guru," katanya.

    Rifki mengaku menggeluti desain sejak 2 tahun silam secara otodidak, meski tergabung dalam Kelompok Seni Budaya (KSB) yang ada di sekolahnya, namun tekhnik desain komputer pembuatan poster ditekuni dengan sendiri.

    Untuk persiapan ke Jepang, Rifki mengaku masih sibuk untuk mencari literatur dan referensi desain poster yang akan digunakan pada lomba yang sama di negeri Manga tersebut.

    Pembina Harian Organisasi Siswa Intra Sekolah (Osis) SMA Negeri 1 Pinrang Rahmawati Marupi mengatakan, siswa SMA Negeri 1 yang diikutkan sebagai peserta LPS2N tingkat provinsi Mei lalu bukan hanya seni desain, namun juga di bidang seni lain seperti seni tari, seni lukis dan seni kriya. "Namun hanya Rifki yang terpilih mewakili Sulawesi Selatan pada even Tingkat Nasional," ujar Rahmawati.

    Osis di sekolah ini, kata dia, memang intens mengembangkan bakat seni yang dimiliki oleh siswa, namun lebih fokus pada bidang seni tari, lukis dan kriya.  "Untuk bidang Desain Poster, akan menjadi pertimbangan untuk tetap dikembangkan, sebab tidak menutup kemungkinan siswa banyak yang meminati masalah desain poster," imbuhnya.

    SUARDI GATTANG


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perkiraan Ukuran Tubuh Megalodon, Pemangsa Zaman Purba

    Setelah berbagai macam penelitian yang dilakukan para ahli, akhirnya mereka bisa menyimpulkan perkiraan ukuran tubuh Megalodon, sang hiu purba.