Kamis, 20 September 2018

Durasi Debat Calon Presiden Dikritik  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon presiden pasangan nomor urut satu Prabowo Subianto (kiri) berjabat tangan dengan calon presiden pasangan nomor urut dua Joko Widodo (tengah) disaksikan moderator Hikmahanto Juwana (kanan) pada acara Debat Capres 2014 putaran ketiga di Jakarta, 22 Juni 2014. ANTARA /Widodo S. Jusuf

    Calon presiden pasangan nomor urut satu Prabowo Subianto (kiri) berjabat tangan dengan calon presiden pasangan nomor urut dua Joko Widodo (tengah) disaksikan moderator Hikmahanto Juwana (kanan) pada acara Debat Capres 2014 putaran ketiga di Jakarta, 22 Juni 2014. ANTARA /Widodo S. Jusuf

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya Suhardi mengaku senang jika ada tambahan waktu dalam debat calon presiden yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum. "Kalau bisa, diperpanjang tiap topik, biar jelas," ujarnya ketika dihubungi Tempo.

    Menurut dia, dalam format debat capres dan cawapres yang telah dijalankan, waktu yang disediakan terlalu sempit, sehingga jagoannya, Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa, tidak bisa menyampaikan visi dan misi dengan jelas kepada moderator dan pemirsa. "Debat menjadi lucu jika waktunya sempit," ujarnya, Selasa, 24 Juni 2014.

    Sebelumnya, kubu Prabowo-Hatta kecewa terhadap KPU karena waktu debat yang sempit. Kubu Prabowo juga menganggap waktu debat yang sempit menjadikan pasangan Prabowo-Hatta tidak bisa menyampaikan program-program mereka secara utuh. (Baca: Prabowo-Pejabat Jawa Timur Gelar Pertemuan Tertutup)

    Komplain serupa juga disampaikan Jokowi seusai debat ketiga pada Ahad kemarin. Menurut dia, jawaban yang diberikan menjadi tidak tuntas karena sempitnya alokasi waktu yang disediakan oleh KPU untuk menjawab setiap pertanyaan. Menurut aturan yang ada saat ini, setiap kandidat hanya mendapat jatah waktu sekitar dua menit untuk menjawab pertanyaan antarkandidat. Dan tiap kandidat mendapat jatah waktu tiga menit untuk menjawab pertanyaan dari moderator.

    Akibatnya, pemirsa tidak bisa menyerap dengan baik program yang akan dicanangkan oleh Prabowo-Hatta jika terpilih nanti. KPU telah menyelenggarakan tiga debat capres. Debat pertama diselenggarakan pada Senin, 9 Juni lalu, dengan tema "Pembangunan Demokrasi, Pemerintahan yang Bersih, dan Kepastian Hukum". Debat kedua diselenggarakan pada Ahad, 15 Juni 2014, dengan tema "Pembangunan Ekonomi dan Kesejahteraan Sosial". Adapun debat ketiga diselenggarakan pada Ahad, 22 Juni 2014, dengan tema "Ketahanan Nasional dan Politik Internasional". (Baca: Berpaling ke Jokowi, Ayu Azhari Dirayu Tim Prabowo)

    Menurut Suhardi, walaupun waktu debat diperpanjang, Prabowo tidak memerlukan persiapan khusus karena Prabowo telah menguasai berbagai macam aspek. "Mereka telah terlibat langsung di masyarakat dan organisasi selama bertahun-tahun," ujarnya.

    Sedangkan Hatta sedikit memerlukan pelatihan, khususnya untuk mengantisipasi pertanyaan-pertanyaan perihal target-targetnya yang belum tercapai selama menjadi menteri. "Hatta secara konsep sangat baik, hanya untuk antisipasi saja," ujarnya. (Baca: Dukung Jokowi, Anwar Fuady Kagum Ketegasannya)

    Namun Suhardi sangat berharap Prabowo-Hatta dalam kondisi sehat ketika berdebat. "Takutnya mereka kelelahan karena padatnya jadwal kampanye," kata Suhardi.

    GANGSAR PARIKESIT

    Berita Terpopuler:

    Merasa Tak Dihargai, Ayu Azhari Pindah ke Jokowi 
    Menhan Bantah Argumentasi Jokowi Soal Tank Leopard
    Di Balik Pembreidelan Tempo 
    Goenawan Mohamad: Media Tak Harus Netral  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Salah Tangkap, Penangkapan Terduga Teroris, dan Pelanggaran HAM

    Sejak insiden Mako Brimob Kelapa Dua pada Mei 2018, Polri tak mempublikasi penangkapan terduga teroris yang berpotensi terjadi Pelanggaran HAM.