AJI: Berita Capres di Tempo dan Kompas Berimbang  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Presiden Joko Widodo, mendengarkan pemaparan dari capres Prabowo Subianto, saat debat capres sesi tiga yang diselenggarakan di Hotel holiday Inn Kemayoran, Jakarta (22/06). Dalam Debat Capres Sesi 3 kali ini mengangkat tema ketahanan nasional dan politik internasional. TEMPO/Dasril Roszandi

    Calon Presiden Joko Widodo, mendengarkan pemaparan dari capres Prabowo Subianto, saat debat capres sesi tiga yang diselenggarakan di Hotel holiday Inn Kemayoran, Jakarta (22/06). Dalam Debat Capres Sesi 3 kali ini mengangkat tema ketahanan nasional dan politik internasional. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Pernyataan Wakil Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya Fadli Zon yang menuding Tempo dan Kompas partisan disanggah oleh Ketua Aliansi Jurnalis Independen Eko Maryadi. Menurut dia, dalam suasana pemilihan presiden saat ini, Tempo dan Kompas masih ada dalam koridor jurnalistik.

    "Keberimbangan yang dilakukan Tempo dan Kompas terbukti dengan tidak hanya memuat berita soal Jokowi, tapi juga Prabowo," kata Eko saat dihubungi Tempo, Selasa, 24 Juni 2014.

    Berita yang dimuat dalam kedua media tersebut, menurut dia, juga tidak menunjukkan keberpihakan pada salah satu pasangan calon presiden. "Kalau ada muncul pandangan Tempo berpihak, itu pandangan subyektif, pandangan subyektif itu pandangan partisan," ujar Eko. (Baca: Fadli Zon Persoalkan Kompas dan Tempo

    Eko pun balik menilai bahwa tudingan Fadli Zon terhadap Tempo dan Kompas sebagai pandangan seorang partisan. "Ada yang menilai media berpihak ke salah satu capres, itu subyektif. Penilaian Fadli Zon tidak bisa mewakili pendapat masyarakat," katanya.

    Media sebagai corong pemberitaan publik, menurut Eko, perlu menjaga independensi dan netralitas. "Media itu boleh berpihak, tapi berpihak pada kebenaran," ujarnya. Eko memberikan contoh, jika  pendukung Jokowi ada 300 ribu dan pendukung Prabowo ada 100 ribu, itu kebenaran yang harus disuarakan dan butuh keberpihakan meski tidak menyenangkan salah satu pihak.

    AISHA SHAIDRA

    Berita utama
    Dukung Palestina, Jokowi Rebut Suara Partai Islam
    Jawab Tudingan Fadli Zon, Pemred: Tempo Independen
    Neymar Pimpin Perebutan Sepatu Emas

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban, Tersangka, Barang Bukti, dan Lokasi Kerusuhan 22 Mei 2019

    Kerusuhan 22 Mei 2019 di Ibu Kota bermula dari unjuk rasa penolakan hasil pilpres 2019 di depan gedung Bawaslu, Jakarta, sejak sehari sebelumnya.