Jokowi Presiden, Risma Tak Mau Jadi Wakil Ahok  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dari kiri: Wakil Walikota Surabaya Wisnu Sakti Buana, Walikota Surabaya Tri Rismaharini, Megawati Soekarno Putri, dan Gubernur DKI, Joko Widodo,  saat konferensi pers di Gedung VIP Bandara Juanda Surabaya di Sidoarjo, (1/3). TEMPO/Fully Syafi

    Dari kiri: Wakil Walikota Surabaya Wisnu Sakti Buana, Walikota Surabaya Tri Rismaharini, Megawati Soekarno Putri, dan Gubernur DKI, Joko Widodo, saat konferensi pers di Gedung VIP Bandara Juanda Surabaya di Sidoarjo, (1/3). TEMPO/Fully Syafi

    TEMPO.CO, Surabaya - Calon presiden Joko Widodo atau Jokowi berpeluang besar memenangi pemilihan umum pada Rabu, 9 Juli 2014. Bila Jokowi meninggalkan kursi DKI Jakarta 1, Wakil Gubernur Basuki Tjahaja Purnama otomatis yang akan menggantikan posisinya.

    Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini pun disebut-sebut sebagai kandidat kuat yang akan menduduki kursi wakil gubernur. Selain prestasinya yang mencorong selama menjadi wali kota, Risma juga diusung PDI Perjuangan. Namun dia justru enggan bila diminta pindah ke Jakarta.

    "Ndak. Biar Pak Bambang Dwi Hartono (bekas Wali Kota Surabaya) atau Wisnu Sakti Buana (Wakil Wali Kota Surabaya) saja yang ke sana," kata Risma saat diwawancarai Agus Suprianto, Endri Kurniawati, dan Agita Sukma Listyanti dari Tempo, Jumat pekan lalu, 20 Juni 2014.

    Menurut Risma, dirinya telah "diancam" oleh warga Surabaya agar tidak pergi ke Jakarta. Mereka, menurut Risma, akan menggelar demonstrasi besar bila Risma pindah. "Aku sudah ngomong banyak ke Bu Megawati (Ketua Umum PDI Perjuangan). Tapi aku ndak bisa ngomong ke wartawan," ujarnya.

    Jika PDI Perjuangan tetap meminta dirinya pergi ke Ibu Kota sebagai penugasan partai, Risma akan bicara lagi kepada Megawati. Bagi Risma, pekerjaan rumahnya di Surabaya masih banyak dan sulit untuk ditinggal begitu saja. "Nanti saya akan bicara lagi (pada Mega)," katanya. (Baca: Urus Kompensasi Dolly, Risma Tak Tidur Dua Hari)

    Risma menampik keengganannya menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta karena mengincar jabatan Wali Kota Surabaya untuk periode kedua pada pemilihan kepala daerah tahun depan. Risma mengaku belum berpikir sejauh itu. "Aku capek. Capek, loh, betul. Rasanya ndak ada hari tanpa mikir, ndak ada menit tanpa mikir. Tidur pun harus ngeloni HT (handy talky)," ujarnya.

    Risma mengatakan ingin berkonsentrasi kerja sampai masa jabatannya sebagai wali kota berakhir sesuai sumpah jabatan yang dia ucapkan ketika pelantikan. Saking seringnya blusukan, Risma mengaku kakinya sampai rangen (penyakit gatal di sela-sela jemari kaki).

    Penyakit gatal itu menyerang karena ia sering memakai sepatu bot tiap kali turun ke lapangan, termasuk saat memantau banjir. "Mungkin karena lembap. Tapi aku ini takut sama ular, jadi harus pakai bot. Masak, ada wali kota kakinya rangen," kata Risma. (Baca juga: Risma Dinilai Pantas Jadi Menteri Perumahan Rakyat)

    KUKUH S. WIBOWO

    Berita lain:
    Dirampok, Caddy Golf Melawan dengan Tendangan Maut
    Rapor Merah DKI, Jokowi Diminta Mundur
    Kejanggalan Pembunuhan di Rumah Tentara Bandung
    Midnight Sale, Pengunjung Serbu Sepatu dan Tas
    Ini Tip Midnight Sale dari Pengusaha Mal
    Tip Hindari Kehabisan Tenaga Saat Midnight Sale
    Harga Kopi Starbucks Naik Satu Dolar


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.