Kena Suap, Pejabat Bea Cukai Dibui 6 Tahun 6 Bulan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Heru Sulastyono. dok TEMPO/Dinul Mubarok

    Heru Sulastyono. dok TEMPO/Dinul Mubarok

    TEMPO.COJakarta -- Heru Sulastyono, Kepala Subdirektorat Ekspor Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (non-aktif), divonis 6 tahun 6 bulan oleh majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta. Heru disangka oleh Badan Reserse dan Kriminal Mabes Polri menerima suap dari importir.

    Kepala Subdirektorat Tindak Pidana Pencucian Uang Bareskrim Polri Komisaris Besar Agung Setya Effendi membenarkan vonis pengadilan tersebut. "Vonisnya ditambah denda Rp 200 juta subsider 6 bulan dan seluruh harta yang disita dirampas untuk negara," katanya kepada Tempo, Sabtu, 21 Juni 2014.

    Agung Setya mengatakan penyidik menelisik aliran dana dari Yusran, pemilik PT Tanjung Jati Utama, untuk Heru. Aliran dana itu diduga suap agar Heru membantu perusahaan Yusran. "Prinsipnya Yusran membagi hasil karena usahanya dibantu Heru. Pembagiannya berkisar 8-9 persen dari keuntungan Yusran," katanya.

    Heru membantu Yusran mengakali kewajiban pembayaran kepada negara, salah satunya dengan mengatur valuation ruling alias penetapan nilai pabean. Agung mengatakan keberadaan Heru sebagai konsultan juga membantu pengeluaran bijih plastik yang diimpor PT Tanjung Jati Utama. "Kalau mereka tahu bahwa ini yang ngurus Yusran, semua jadi lancar karena semua tahu dia dibantu siapa. Kalau enggak punya orang dalam susah," kata Agung. 

    Setelah menahan Heru pada 29 Oktober 2013, polisi menyita tujuh unit tanah dan bangunan serta sebuah mobil. Penyidik juga menyita uang Rp 425 juta dari rekening Heru dan uang Rp 442 juta yang digunakan untuk membayar uang muka satu unit kondotel di Seminyak, Bali.

    Penyidikan Heru sempat alot sebab Kejaksaan Agung beberapa kali menyatakan berkas penyidikan polisi belum lengkap. Belakangan berkas penyidikan dinyatakan lengkap dua hari sebelum masa penahanan Heru berakhir, yaitu 24 Februari 2014.

    AKBAR TRI KURNIAWAN

    Terkait:
    Kepolisian Blokir 8 Aset Milik Heru Sulastyono
    Kasus Heru, Tunggu Bukti Keterlibatan Pejabat Lain
    Masa Remaja Heru dan Sahabat yang Menangkapnya
    Rumah Mewah Heru Sulastyono Bertebaran di Serpong


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.