Gang Dolly dan Tragedi Berdarah Sumiarsih  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Nia (27), PSK asal Malang berada di kamarnya di wisma lokalisasi Jarak, jalan Putat Jaya, Surabaya, Jawa Timur (26/5). Nia, yang telah Lima tahun bekerja di Jarak, mendapat 1.5 juta setiap bulannya. Lokalisasi Jarak, berada satu kawasan dengan Dolly di huni oleh 1022 PSK dari 48 wisma di Dolly dan 192 wisma di lokalisasi Jarak. TEMPO/Fully Syafi

    Nia (27), PSK asal Malang berada di kamarnya di wisma lokalisasi Jarak, jalan Putat Jaya, Surabaya, Jawa Timur (26/5). Nia, yang telah Lima tahun bekerja di Jarak, mendapat 1.5 juta setiap bulannya. Lokalisasi Jarak, berada satu kawasan dengan Dolly di huni oleh 1022 PSK dari 48 wisma di Dolly dan 192 wisma di lokalisasi Jarak. TEMPO/Fully Syafi

    TEMPO.CO, Surabaya - Penutupan lokalisasi Gang Dolly di Surabaya seakan membawa ingatan orang pada kasus pembunuhan berencana yang diotaki muncikari papan atas, Sumiasih alias Sumiarsih, pada 13 Agustus 1988. Korbannya adalah Komandan Primer Koperasi Angkatan Laut Letnan Kolonel Purwanto, Sunarsih (istri Purwanto), Haryo Bismoko, Haryo Budi Prasetyo (anak Purwanto), dan Sumaryatun (kerabat).

    Pelakunya, selain Sumiasih sendiri, juga suaminya, Djais Adi Prayitno, Sugeng (anak Sumiasih), Sersan Dua Adi Saputro (menantu), serta Nanok dan Daim (pegawai Sumiasih). Pembunuhan keji itu dilakukan di rumah Purwanto, Jalan Dukuh Kupang Timur XVII, Surabaya. Korban tewas setelah dipukul dengan antam (alu besi) oleh para pelaku.

    Sebelum tragedi berdarah itu terjadi, hubungan Sumiasih-Purwanto akrab. Purwanto sering datang ke Wisma Happy Home yang dikelola Sumiasih sejak 1975. Happy Home adalah wisma di Gang Dolly yang paling ramai kala itu karena para pekerja seksnya terkenal cantik-cantik. Melihat omzet Sumiasih yang menggiurkan, Purwanto mengajak perempuan itu berkongsi. Sumiasih tak keberatan. (Baca: Dolly van der Mart, Cikal Bakal Gang Dolly Surabaya)

    Purwanto kemudian membuka Wisma Sumber Rejeki dan meminta Sumiasih mengelolanya. Dalam perjanjian, Sumiasih harus menyetor Rp 20 juta per bulan. Bila tidak mampu, kekurangannya dihitung sebagai utang dan berbunga. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada Generalized Anxiety Disorder, Gangguan Kecemasan Berlebihan

    Generalized Anxiety Disorder (GAD) adalah suatu gangguan yang menyerang psikis seseorang. Gangguannya berupa kecemasan dan khawatir yang berlebih.