Empat Saksi Penting Hambalang Meninggal, KPK Santai

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana bangunan di kawasan proyek Pusat Pendidikan, Pengembangan, dan Sekolah Olah Raga Nasional, Hambalang, Bogor, (30/5). Menpora memerintahkan penghentian sementara proyek pembangunan pusat olahraga senilai Rp1,2 triliun khususnya di lokasi amblesnya gedung tersebut. Tempo/Aditia Noviansyah

    Suasana bangunan di kawasan proyek Pusat Pendidikan, Pengembangan, dan Sekolah Olah Raga Nasional, Hambalang, Bogor, (30/5). Menpora memerintahkan penghentian sementara proyek pembangunan pusat olahraga senilai Rp1,2 triliun khususnya di lokasi amblesnya gedung tersebut. Tempo/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bambang Widjojanto mengatakan lembaganya yakin pengusutan kasus dugaan korupsi proyek Hambalang di Kementerian Pemuda dan Olahraga tak bakal terganggu meskipun kini sudah empat saksi kasus Hambalang meninggal dunia.

    Menurut Bambang, penyidik lembaganya sudah mengantongi cukup bukti. "KPK yakin dengan semua alat bukti yang ada dapat terus menindaklanjuti prosesnya," kata Bambang melalui pesan pendek, Rabu, 18 Juni 2014.

    Bambang mengatakan KPK tak curiga dengan kematian para saksi itu. "Pada akhirnya semua orang akan meninggal dunia," ujar dia.

    Dari keempat saksi yang meninggal itu adalah Muchayat, bekas Deputi Kementerian Negara Badan Usaha Milik Negara. Dia wafat pada Rabu, 18 Juni 2014, karena penyakit stroke, dan menghembuskan napas terakhirnya di sebuah rumah sakit di Singapura, pukul 11.30 WIB. "Benar beliau meninggal," kata Rafina, sekretaris Munadi Herlambang, anak kandung Muchayat, saat dihubungi, Rabu, 18 Juni 2014.

    Sebelum Muchayat, Arif Gunawan alias Arif Gundul, meninggal mendadak pada akhir 2012 dan dimakamkan di Yogyakarta. Direktur Operasi PT Wijaya Karya (Wika), Ikuten Sinulingga, juga meninggal setelah jatuh dari jembatan layang Cawang, Jakarta Timur. Lalu ada Asep Wibowo, Direktur Utama PT Metaphora Solusi Global yang sakit mendadak terserang stroke.

    Kasus ini sudah menyeret mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng dan mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum ke bui. Kasus keduanya kini masih di tahap persidangan.

    MUHAMAD RIZKI | BOBBY CHANDRA

    Terpopuler:
    Komnas HAM Akan Jemput Paksa Kivlan Zen, TNI Cuek
    Dolly Ditutup, Ini Kisah Masa Kecil Warga Sekitar

    Ahok: Masyarakat Jakarta Tak Mau Dipimpin Kafir

    Kecelakaan Subang, 7 Siswa SMA Cengkareng Tewas

    Pesan-Pesan Pro-Prabowo Menyusup di Facebook Tempo


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.