JK Bantah Akan Pilih Menteri Agama dari Syiah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Joko Widodo dan Jusuf Kalla menyampaikan visi misinya dalam acara Debat Capres-Cawapres di Jakarta, 9 Juni 2014. ANTARA/Prasetyo Utomo

    Joko Widodo dan Jusuf Kalla menyampaikan visi misinya dalam acara Debat Capres-Cawapres di Jakarta, 9 Juni 2014. ANTARA/Prasetyo Utomo

    TEMPO.CO, Sumenep - Calon wakil presiden Jusuf Kalla membantah isu yang menyatakan dia akan menempatkan tokoh Syiah Indonesia, Jalaludin Rakhmat, pada posisi Menteri Agama jika memenangi pemilu presiden 9 Juli mendatang. "Saya dan Pak Jokowi sama sekali belum bicara soal kabinet," kata Jusuf Kalla di Pondok Pesantren An-Nuqayah, Guluk Guluk, Kabupaten Sumenep, Rabu, 18 Juni 2014.

    Menurut JK, sapaan Jusuf Kalla, fokusnya saat ini adalah bagaimana memenangi pemilihan presiden. Dia juga meminta nahdliyin tidak mudah dipecah belah oleh berbagai isu, termasuk isu Menteri Agama dari kalangan Syiah. "Tidak mungkin Menteri Agama dari Syiah."

    JK menilai isu keberagaman di Indonesia sangat sensitif. Karena itu, fokus pasangan Jokowi-JK adalah menjaga persatuan dan kesatuan nahdliyin. "Indonesia butuh revolusi mental, artinya budi pekerti harus menjadi muatan dalam pendidikan."

    Kalla berada di Sumenep dalam rangka safari politik. Sebelum mengikuti istigasah dan silaturahmi bersama kiai dan guru mengaji se-Madura, JK sempat datang ke kediaman KH Basir A.S., pengasuh Pondok Pesantren An-Nuqayah.

    MUSTHOFA BISRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.