Kecelakaan Subang, 7 Siswa SMA Cengkareng Tewas  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi. TEMPO/Arif Wibowo

    Ilustrasi. TEMPO/Arif Wibowo

    TEMPO.CO, Subang - Tujuh siswa SMA Al-Huda Cengkareng, Banten, dan sopir bis pariwisata tewas seketika dalam insiden kecelakaan maut yang terjadi di tanjakan Cicenang, tapal batas Subang-Bandung Barat, Jawa Barat.

    Keterangan yang dihimpun Tempo, kecelakaan dipicu bis pariwisata B 7529 YB yang mengangkut 54 penumpang yang datang dari arah Bandung menuju lokasi wisata Ciater, Subang.

    Salah seorang saksi mata, Tatang, Selasa malam, 17 Juni 2014, mengatakan saat menanjak, bus tersebut tak kuat mendaki tanjakan, lalu tiba-tiba oleng dan langsung menabrak tiang listrik. Bus selanjutnya menghantam mobil Kijang bernomor polisi T 1118 TK yang datang dari arah Subang, menuju Bandung. "Tabrakan adu kambing pun tak terhindarkan," ujar Tatang.

    Ia menduga bus mengalami rem blong dan tak bisa dikendalikan sopirnya hingga akhirnya terbalik. Sang sopir tewas di tempat bersama tujuh siswa SMA Al-Huda.

    Satuan Lalu-lintas Polres Subang dibantu warga masih sibuk melakukan evakuasi di lokasi kejadian. Para korban meninggal dunia langsung dilarikan ke Rumah Sakit Ciereng. Ada pun yang mengalami luka berat dan ringan dibawa ke Puskesmas Jalan Cagak untuk mendapatkan perawatan intensif.

    Kepala Satuan Lalu-lintas Polres Subang Ajun Komisaris Bariu Bawana saat memimpin evakuasi menyatakan identitas korban tewas masih sedang diindentifikasi. "Soal penyebab kecelakaan pun masih belum diketahui. Kami masih harus melakukan olah TKP untuk mengetahui sebab-sebabnya," ujar Bariu.

    NANANG SUTISNA

    Berita Terpopuler
    Olga Dikabarkan Mengidap Kanker Stadium 4
    Cak Lontong: Saya Tidak Merasa Lucu
    KPK Segel Ruangan Menteri PDT Sejak Senin Malam


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.