Pro-Kontra Reklamasi Teluk Benoa Bali Terus Berlanjut

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemandangan jalan tol Benoa-Bandara Ngurah Rai-Nusa Dua difoto dari udara di Perairan Teluk Benoa, Nusa Dua, Bali, (19/9). Jalan bebas hambatan sepanjang 12,1 Km ini merupakan jalan tol pertama yang dibangun di atas laut. ANTARAFOTO/Satya Bati

    Pemandangan jalan tol Benoa-Bandara Ngurah Rai-Nusa Dua difoto dari udara di Perairan Teluk Benoa, Nusa Dua, Bali, (19/9). Jalan bebas hambatan sepanjang 12,1 Km ini merupakan jalan tol pertama yang dibangun di atas laut. ANTARAFOTO/Satya Bati

    TEMPO.CO, Denpasar - Ribuan orang yang menolak rencana reklamasi Teluk Benoa di Nusa Dua, Bali, Selasa, 17 Juni 2014, mendatangi kantor Gubernur Bali di kawasan Renon, Denpasar. Aksi ini dipicu oleh keluarnya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 51 Tahun 2014 tentang Perubahan Perpres Nomor 45 tahun 2011 yang mengatur kawasan Sarbagita (Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan).

    Perubahan itu membuat status Teluk Benoa yang sebelumnya termasuk kawasan konservasi menjadi zona penyangga konservasi, sehingga bisa dieksploitasi. “Ini jelas pesanan investor untuk memuluskan reklamasi,” kata aktivis Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), Wayan Gendo Suardana.

    Reklamasi di Teluk Benoa akan memperluas kawasan Tanjung Benoa hingga 700 hektare. Reklamasi akan dilaksanakan oleh PT Tirta Wahana Bahari Internasional (TWBI), perusahaan milik konglomerat Tommy Winata. Padahal, menurut studi kelayakan yang dilakukan oleh tim dari Universitas Udayana, Denpasar, reklamasi tidak layak dilakukan. (Baca:Orang Bali di Luar Negeri Tolak Reklamasi di Benoa)

    Walhi yang didukung sejumlah elemen masyarakat Bali yang tergabung dalam aliansi ForBALI khawatir, reklamasi akan menyebabkan meluasnya abrasi di perairan selatan Bali. Sebab, bila reklamasi tetap dilakukan, akan terjadi perubahan pola arus dan gelombang.

    Dalam pernyatan mereka, massa penentang reklamasi meminta perpres itu dicabut dan Gubernur Bali tidak ikut-ikutan mendukung reklamasi tersebut. Apalagi audiensi perihal rencana reklamasi dilakukan secara tertutup tanpa mengundang mereka dan elemen masyarakat lain.

    Seusai aksi yang dilakukan oleh kelompok penentang, puluhan orang yang menamakan diri Forum Bali Harmoni juga mendatangi kantor Gubernur Bali.(Baca: Tolak Reklamasi Teluk Benoa, Warga Bali Cap Jempol Darah)

    Dengan kawalan ketat polisi, mereka menggelar orasi untuk mendukung sikap Gubernur Bali yang menjadi penyokong reklamasi. “Kami senang Perpres (Nomor 51 Tahun 2014) diterbitkan, maju terus Bapak Pastika,” kata Wayan Ranten, salah seorang koordinator aksi.

    Mereka menilai reklamasi Teluk Benoa akan menguntungkan bagi masa depan pariwisata Bali karena memunculkan obyek wisata baru bagi Bali.

    ROFIQI HASAN

    Terpopuler:
    Olga Dikabarkan Mengidap Kanker Stadium 4
    Suap Akil, Wali Kota Palembang dan Istri Tersangka
    Penculikan Aktivis, Prabowo Masih Berutang
    Guru Besar UGM Tersangka Korupsi Penjualan Lahan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.