Pemerintah Jamin Biaya Kuliah Mahasiswa Tak Mampu

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh. ANTARA/Dhoni Setiawan

    Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh. ANTARA/Dhoni Setiawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh mengatakan pemerintah akan menjamin pendanaan siswa kurang mampu yang lulus seleksi masuk perguruan tinggi negeri, termasuk yang berhasil lulus Seleksi Masuk Bersama Perguruan Tinggi Negeri (SMBPTN). "Mereka tidak boleh batal kuliah karena masalah dana," kata Nuh setelah inspeksi mendadak pelaksanaan SMBPTN di Universitas Negeri Jakarta, Selasa, 17 Juni 2014. (Baca: Peserta Seleksi ke Perguruan Tinggi Melonjak )

    Nuh meminta semua pimpinan universitas menyelesaikan permasalahan biaya perkuliahan melalui program beasiswa Bidikmisi, pembayaran uang kuliah dengan sistem angsuran, atau pemberian potongan biaya.

    Menurut Nuh, pembiayaan semester atau yang biasa disebut uang kuliah tunggal dibagi menjadi delapan kategori. Pembagian itu berdasarkan besaran penghasilan orang tua mahasiswa. Kategori satu mendapatkan bantuan biaya kuliah maksimal Rp 500.000 per semester. Sedangkan kategori dua memperoleh bantuan dana maksimal Rp 2,1 juta per semester. (Baca: SBMPTN 2014 Diikuti 664 Ribu Peserta )

    Rektor Universitas Padjadjaran Ganjar Kurnia memberikan contoh yang lebih gamblang. Misalnya, jika pendapatan orang tua Rp 1,5 juta per bulan dan anggota keluarganya lima orang, dia masuk ke dalam kategori satu. "Tetapi, jika penghasilan orang tuanya Rp 8 juta, dia bisa masuk ke kategori yang lebih tinggi," ujar Ganjar.

    Ganjar mengatakan jumlah peserta yang mengikuti SMBPTN pada 2014 ada 664.509 orang, dengan perincian 140.278 orang kategori sains dan teknologi, sosial dan humaniora sebanyak 258.035 orang, serta campuran sebesar 166.196 orang. Sedangkan pada tahun ini daya tampungnya 103.346 orang.

    Pada 2013, jumlah peserta SMBPTN sebanyak 585.789 orang, dengan perincian peserta kategori saintek sebesar 220.769 orang, serta soshum sebanyak 232.613 orang, dan campuran sebesar 132.407 orang. Sedangkan daya tampung pada 2013 sebanyak 101.755 orang.

    MONIKA PUSPASARI

    Baca juga:
    Sudi: Istana Tak Terlibat Penerbitan Obor Rakyat
    Suap Akil, Wali Kota Palembang dan Istri Tersangka
    Olga Dikabarkan Mengidap Kanker Stadium 4
    Penculikan Aktivis, Prabowo Masih Berutang
    Anggun Segera Luncurkan Parfumnya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rencana dan Anggaran Pemindahan Ibu Kota, Ada Tiga Warga Asing

    Proyek pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur dieksekusi secara bertahap mulai 2020. Ada tiga warga asing, termasuk Tony Blair, yang terlibat.