Selisih Elektabilitas Prabowo-Jokowi 7,4 Persen  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Prabowo Subianto bersalaman dengan Jokowi sebelum Debat Capres-Cawapres di Jakarta, 9 Juni 2014. Debat pertama bertema Pembangunan Demokrasi, Pemerintahan Yang Bersih dan Kepastian Hukum. ANTARA/Prasetyo Utomo

    Prabowo Subianto bersalaman dengan Jokowi sebelum Debat Capres-Cawapres di Jakarta, 9 Juni 2014. Debat pertama bertema Pembangunan Demokrasi, Pemerintahan Yang Bersih dan Kepastian Hukum. ANTARA/Prasetyo Utomo

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon presiden yang diusung oleh koalisi Partai Gerakan Indonesia Raya, Prabowo Subianto, bersyukur tingkat elektabilitasnya terus naik. Hal itu dia sampaikan di Hotel Crowne Plaza, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Kaveling 2.3, Jakarta Pusat. Menurut dia, hasil survei dari berbagai lembaga survei tetap dia gunakan sebagai preferensi.

    "Turun tangan ke rakyat," ujarnya pada Senin, 16 Juni 2014. Sebelumnya, menurut hasil survei yang dirilis oleh Poltracking pada Ahad, 15 Juni 2014, tingkat elektabilitas Jokowi-Jusuf Kalla mencapai 48,5 persen, sedangkan elektabilitas Prabowo-Hatta mencapai 41,1 persen.

    Hasil survei itu juga menunjukkan bahwa tingkat elektabilitas Prabowo-Hatta Rajasa terus meningkat dan hanya terpaut 7,4 persen dengan Joko Widodo-Jusuf Kalla. Survei ini diadakan di seluruh provinsi sejak 26 Mei sampai 3 Juni 2014 dengan 2.010 responden. Survei menggunakan metode multistage random sampling dengan margin error 2,19 persen.

    Padahal pada Maret 2014, selisih tingkat elektabilitas Prabowo-Hatta dan Jokowi-Jusuf Kalla mencapai 27 persen. Pada saat itu, tingkat elektabilitas Jokowi mencapai 54,9 persen, sedangkan tingkat elektabilitas Prabowo mencapai 27,9 persen.

    Namun menurut dia, yang paling penting ialah koalisi partainya terus bekerja keras agar bisa memenangkan pemilihan presiden 9 Juli mendatang.

    Selain itu, menurut dia, saat ini, koalisi partai, kader partai, relawan, terus berusaha untuk mensosialisasikan niat, serta visi dan misinya kepada masyarakat.

    Menurut Prabowo, saat ini, masyarakat semakin mengetahui visi dan misinya dalam membangun bangsa. "Saya pikir rakyat kita makin cerdas," ujar mantan Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat itu.

    GANGSAR PARIKESIT

    Berita Terpopuler:
    Penumpang Garuda Indonesia Meninggal di Udara
    Jokowi Dianggap Terlalu Banyak Mengulang KJP-KJS
    Putra Prabowo Mengaku Tak Pernah Dikritik Ayahnya
    Sony Xperia M2, Ponsel Hiburan Bergaya Premium


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    RUU IKN: Ibu Kota Negara Baru Dinamai Nusantara

    Dengan UU IKN, pembangunan akan dilakukan secara bertahap. Ada tiga kementrian dan lebih dari dua ribu PNS yang akan dipindahkan pada tahap awal.