SBY Berikan Beasiswa S2 ke Anak Tukang Becak  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rektor Uness,  Prof Fathur Rohkman menyambut Raeni mahasiswa lulusan terbaik yang akan menghadiri wisuda (10/6). TEMPO/Budi Purwanto

    Rektor Uness, Prof Fathur Rohkman menyambut Raeni mahasiswa lulusan terbaik yang akan menghadiri wisuda (10/6). TEMPO/Budi Purwanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Raeni, anak tukang becak yang lulus kuliah dengan IPK 3,96, menerima beasiswa dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk melanjutkan pendidikannya ke jenjang S2. Beasiswa itu akan disalurkan melalui Beasiswa Presiden.

    "Memenuhi rencana Raeni, pemerintah akan berikan kesempatan pendidikan S2 di luar negeri melalui program Beasiswa Presiden," ujar SBY dalam akun Twitter-nya, @SBYudhoyono, Jumat, 13 Juni 2014. (Baca: Raeni Anak Tukang Becak dengan IPK 396)

    Jadi, Raeni bisa memilih 50 kampus terbaik di dunia di 14 negara. Mulai Harvard University di Amerika Serikat hingga Al-Azhar University di Mesir.

    Beasiswa Presiden ini akan menjamin semua biaya selama pendidikan. Dari biaya pendidikan, pembelian buku, transportasi, tunjangan hidup, hingga biaya pelatihan dan insentif dana penelitian. Beasiswa ini hanya dibuka satu tahun sekali.

    Sebelumnya, Universitas Negeri Semarang--tempat Raeni kuliah--telah menjanjikan akan mengusahakan beasiswa pendidikan S2 ke Inggris. Menurut Rektor Universitas Negeri Semarang Fathur Rokhman, beasiswa ini akan diajukan ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

    "Tapi, kalau pemerintah tidak bisa, kami yang akan siapkan," ujar Fathur, Rabu, 11 Juni 2014. (Baca: Ini Raeni, Anak Tukang Becak Peraih Beasiswa ke Inggris)

    Menurut dia, beasiswa itu untuk merealisasikan keinginan Raeni untuk melanjutkan pendidikannya di Inggris. Harapannya, setelah lulus, Raeni bisa kembali mengajar di Universitas Negeri Semarang. Selain ke Inggris, Raeni juga mendapat tawaran melanjutkan kuliah di Jepang.

    EKO ARI



    Berita Lain
    Sebulan Hilang, Polisi Duga Wisnu Tjandra Sembunyi 
    ABG Jadi Budak Syahwat Lapor ke Komnas Anak 
    J-Lo, Magnet Pembukaan Piala Dunia 2014
    Ujian SMP/MTs, 2.335 Siswa Tak Lulus  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.