Petir Bubarkan Pidato Pengukuhan Guru Besar SBY

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (kiri) didampingi Wapres Boediono (kanan) memimpin jalannya rapat kabinet terbatas di Istana Kepresidenan Cipanas, Cianjur, Jawa Barat, Jumat (30/5). ANTARA/Andika Wahyu

    Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (kiri) didampingi Wapres Boediono (kanan) memimpin jalannya rapat kabinet terbatas di Istana Kepresidenan Cipanas, Cianjur, Jawa Barat, Jumat (30/5). ANTARA/Andika Wahyu

    TEMPO.CO, Jakarta - Upacara pengukuhan guru besar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dihentikan sementara karena hujan dan banyak petir. Di tengah kegelisahan karena cuaca yang semakin buruk, SBY meminta persetujuan Rektor Universitas Pertahanan Desi Albert Mamahit untuk menghentikan dan memindahkan lokasi upacara.

    "Kita jeda saja setengah jam untuk berpindah ke ruang auditorium, insya Allah pidato akan saya selesaikan di sana," kata SBY di tengah pidatonya, Kamis, 12 Juni 2014.

    SBY rencananya membacakan pidato pengukuhan sepanjang 25 halaman berjudul "Perdamaian dan Keamanan dalam Dunia yang Berubah: Tantangan Penyusunan Grand Strategy bagi Indonesia". Upacara dilakukan di tempat terbuka atau halaman utama Universitas Pertahanan, Sentul, Jawa Barat.

    Situasi cuaca di kawasan Sentul yang pada siang hari sangat terik berubah mendung jelang pelaksanaan upacara pengukuhan. Awan tebal sudah mulai menutupi matahari sejak SBY dan para guru besar diarak. Awan menjadi gelap dan disertai angin kencang saat upacara memasuki bagian sambutan Menteri Pendidikan Mohammad Nuh dan pembacaan curriculum vitae oleh Desi Mamahit.

    Cuaca semakin buruk dengan disertai kilat dan petir saat SBY hendak membacakan pidato. SBY sendiri sudah sangat gelisah sejak awal upacara kala melihat perubahan cuaca. Hal ini membuat dia membacakan pidato sangat tergesa-gesa. (Baca: Sore Ini, SBY Dikukuhkan Jadi Guru Besar)

    Akhirnya, saat angin dan petir semakin besar, SBY menghentikan pidato dan meminta upacara dipindahkan ke ruang auditorium. Keputusan SBY ini disambut tepuk tangan dari sekitar 500 undangan dan petugas. Hanya beberapa wartawan dan panitia yang melontarkan harapan upacara tetap dilanjutkan.

    "Kalau memang dari segi keamanan tak dimungkinkan, karena banyak petir, kita jeda dan pindah," kata SBY.

    SBY bersama sekitar 500 undangan dan petugas bergegas cepat menuju gedung Universitas Pertahanan. Ruang auditorium sendiri memang sudah dipersiapkan sebagai plan B atau rencana cadangan jika situasi di lapangan terbuka mendadak buruk. Di ruangan tersebut sudah disiapkan kursi dan susunan tempat yang hampir serupa dengan di lapangan utama.

    FRANSISCO ROSARIANS

    Berita Terpopuler:
    Konsumen Pilih BBM Ketimbang Whatsapp dan Line
    Sore Ini, SBY Dikukuhkan Jadi Guru Besar
    Putra Samarinda Cukur Persiba Bantul 3-0
    Terpukau, Krisdayanti Dukung Jokowi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Memilih Status PSBB, Sejumlah Negara Memutuskan Lockdown

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi memutuskan PSBB. Hal itu berbeda dengan sejumlah negara yang telah menetapkan status lockdown atau karantina wilayah.