Sumbangan untuk Jokowi-JK Capai Rp 35 Miliar  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Wakil Presiden, Jusuf Kalla menaiki becak motor untuk menuju Markas Besar Tim Pemenang Jokowi-JK Tuah Sakato, di Padang, Sumatera Barat, (6/6). Tempo/Andri El Faruqi

    Calon Wakil Presiden, Jusuf Kalla menaiki becak motor untuk menuju Markas Besar Tim Pemenang Jokowi-JK Tuah Sakato, di Padang, Sumatera Barat, (6/6). Tempo/Andri El Faruqi

    TEMPO.CO, Jakarta - Jumlah sumbangan yang masuk di rekening Joko Widodo-Jusuf Kalla hingga Rabu, 11 Juni 2014, sudah mencapai Rp 35.034.423.166. "Total yang masuk untuk sumbangan Koalisi Gotong Royong Rp 35 miliar. Ada dua kategori sumbangan, yaitu perseorangan dan perusahaan," kata anggota tim kampanye nasional Jokowi-Kalla, Zuhairi Misrawi, di Jalan Cemara, Rabu, 11 Juni, 2014. (Baca: Moderatori Debat Capres, Erani Ungguli Tiga Ekonom)

    Berdasarkan rilis tersebut, ada tiga rekening yang dibuka untuk menyalurkan sumbangan bagi Jokowi-Kalla, yaitu rekening Bank Rakyat Indonesia dengan nomor 122301000172309, Bank Mandiri dengan nomor 070-00-0909-096-5, dan Bank Central Asia di nomor 5015.500015. Ketiga rekening tersebut atas nama Joko Widodo dan Jusuf Kalla. Hingga hari ini, jumlah penyumbang mencapai 29.992 orang dan 5 perusahaan. (Baca: KPU Tambah Sesi Tanya-Jawab Dua Calon Presiden)

    Menurut Zuhairi, dibanding kemarin, sumbangan hari ini bertambah Rp 3 miliar. "Ini membuktikan ada kenaikan dalam sumbangan seiring kenaikan elektabilitas Jokowi seperti yang dirilis berbagai survei," ujarnya. Sesuai dengan Pasal 96 Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2008 tentang Pemilu Presiden dan Wakil Presiden, sumbangan dari perseorangan tidak boleh melebihi Rp 1 miliar, sementara sumbangan per perusahaan dilarang melebihi Rp 5 miliar.

    ANANDA TERESIA


    Berita Terkait
    Valid, Surat Rekomendasi Pemecatan Prabowo
    Ini Alasan Prabowo Dipecat sebagai Perwira
    Soal HAM, Prabowo Dianggap Lempar Tanggung Jawab


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.