Gudang Bekas Posko PDIP Meledak, 3 Orang Terluka  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ilustrasi ledakan

    ilustrasi ledakan

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Gudang kayu bekas di Jalan Abimanyu Wirobrajan, Yogyakarta, meledak, Minggu, 8 Juni 2014, pukul 11.30 WIB. Polisi belum bisa mengambil kesimpulan penyebab ledakan yang mengakibatkan tiga orang terluka tersebut. Beberapa bulan lalu, gudang itu digunakan sebagai posko Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan.

    Pemilik gudang, Bariyati, saat itu hendak membuka pintu gudang bersama sopir dan Juri, tetangga Bariyati,  untuk mengambil kayu. Tiba-tiba terjadi ledakan. "Tiga korban luka," kata Kepala Kepolisian Resor Kota Yogyakarta Komisaris Besar R. Slamet Santoso, Ahad, 8 Juni 2014.

    Akibat ledakan, selain ketiganya terluka, atap gudang juga berserakan. Gudang yang berada di pinggir sungai itu kini hanya difungsikan sebagai gudang kayu setelah tidak digunakan untuk posko partai politik itu. (Baca: Kebakaran Posko Jokowi, PDIP: Itu Teror)

    Ketiga korban dibawa ke Rumah Sakit Umum Pusat Sardjito, Yogyakarta. Juri menderita luka paling parah. Polisi lalu melakukan olah tempat kejadian perkara. Bahkan Gegana Brigade Mobil Polda Daerah Istimewa Yogyakarta dikerahkan untuk melakukan penyisiran lokasi kejadian.

    Namun, kata Slamet, polisi belum dapat menyimpulkan apakah ledakan itu terjadi karena bom atau lainnya. Namun, dari keterangan dokter, di tubuh korban yang terluka tercium bau mesiu. Polisi saat ini masih mempelajari penyebab ledakan itu. Untuk memastikan penyebabnya, ujar Slamet, harus diselidiki dengan cermat. "Tunggu hasil penyelidikan," ujar Slamet. (Baca: Kebakaran Posko Jokowi Ganggu Konsolidasi)

    MUH SYAIFULLAH

    Berita lainnya:
    Besok Festival Marketing Dibuka di Balikpapan
    Mahasiswa Unibraw Ciptakan Pengawet Alami Ikan Asin
    Sarang Lebah Diteliti untuk Mengobati HIV/AIDS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.