Jejak Pendaki Hilang di Semeru Ditemukan ?  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gunung Semeru. Tempo/Abdi Purnomo

    Gunung Semeru. Tempo/Abdi Purnomo

    TEMPO.COLumajang - Tim SAR yang melakukan penyisiran di Gunung Semeru diduga telah menemukan lokasi Azis Aminudin, pendaki asal Tegal yang hilang sejak Selasa malam. Tim SAR menemukan jejak yang terindikasi masih baru dan diduga  ditinggalkan pendaki berusia 23 tahun itu.

    Informasi temuan jejak baru yang diduga milik Azis ini sudah tersebar antar alat komunikasi via handy talkie. "Sudah diinfokan via HT Kamis kemarin," kata sumber Tempo di SAR Kabupaten Lumajang, Jumat pagi, 6 Juni 2014. Jejak tersebut mengarah ke Blank 75, jurang di kawasan puncak Mahameru. Pencarian yang dilakukan hari ini diperkirakan bakal bisa memastikan keberadaan Azis. 

    Koordinator SAR Kabupaten Lumajang, Nugroho Dwi Atmoko, tidak menyangkal ihwal temuan jejak tersebut. "Insya Allah hari ini baru bisa dipastikan. Semoga pencarian yang efektif dilakukan hari ini ada hasilnya,” ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Lumajang itu. (Baca:Basarnas Ikut Cari Pendaki yang Hilang di Semeru)

    Open SAR sudah dilakukan sejak dua hari yang lalu. Pencarian dilakukan Tim SAR dengan menyisir tiga jalur di Gunung Semeru. Pencarian dibagi menjadi lima SAR Unit (SRU). Dari lima SRU tersebut, satu SRU melakukan penyisiran ke Blank 75, dua SRU ke Cemoro Tunggal, dan dua SRU ke Sumber Mani. (Baca:Pendaki Hilang, Tim SAR Sisir Tiga Jalur di Semeru)

    Azis adalah warga Desa Pesayangan, Kecamatan Talang, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Hilangnya Azis dilaporkan oleh Hermansyah, 24 tahun, kepala rombongan pendaki asal Tegal, Selasa malam, 3 Juni 2014. Azis melakukan pendakian bersama empat orang rekannya ke Puncak Mahameru. 

    Di tengah perjalanan, yakni di sekitar Cemoro Tunggal, empat orang anggota tidak kuat dan berhenti untuk beristirahat. Namun, Azis melanjutkan pendakian ke puncak. Azis diperkirakan tersesat ketika turun dari puncak Mahameru karena sempat berpapasan dengan teman-temannya yang hendak melanjutkan pendakian. 

    Pendakian Semeru dibuka kembali pada awal Mei 2014 lalu setelah beberapa bulan ditutup. Otoritas Taman Nasional Bromo Tengger Semeru membatasi pendakian hanya sampai Kalimati atas rekomendasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. (Baca:Gunung Semeru Bukan Untuk Pendaki Pemula)

    DAVID PRIYASIDHARTA

    Terpopuler:
    10 Fakta Unik tentang Yakuza
    Bahas Menteri Agama, SBY Panggil Lukman ke Batam
    Video Porno Buat Otak Pria Mengecil
    Tujuh Kebiasaan Wanita yang Disukai Pria

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.