Dicegah KPK, Ini Dua Versi Peran Teman Ibas  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto Instagram Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) dengan kemeja digulung. Instagram.com/Ani Yudhoyono

    Foto Instagram Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) dengan kemeja digulung. Instagram.com/Ani Yudhoyono

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi sudah meminta Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM mencegah Deni Karmaina, Presiden Direktur PT Rajawali Swiber Cakrawala Oil & Energy Industry, bepergian ke luar negeri. Pencegahan dilakukan selama enam bulan sejak 23 Mei 2014. Pencegahan ini terkait kasus gratifikasi atas tersangka Sekretaris Jenderal Kementerian Energi Waryono Karno. Berikut ini dua versi peran Deni, yang disebut-sebut sebagai teman SMA Edhie Baskoro Yudhoyono, putra Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

    1. Pengakuan Politikus Demokrat Sutan Bhatoegana

    Ketika diperiksa KPK pada November lalu, Ketua Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat Sutan Bhatoegana mengungkap peran teman Ibas tersebut. Ketika itu Sutan diperiksa dalam kasus suap Rudi Rubiandini, mantan kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas).

    Kepada penyidik, Sutan menjelaskan ihwal pertemuan di sela acara buka puasa di Cikeas, kediaman Susilo Bambang Yudhoyono, pada 27 Juli tahun lalu. Pertemuan itu antara dirinya dengan Ibas, Direktur Utama PT Rajawali Swiber Cakrawala Deni Karmaina, dan Eka Putra yang juga staf Sartono Utomo, mantan Bendahara Umum Partai Demokrat. Deni juga pernah menjadi teman sekolah Ibas.

    Di Cikeas, Sutan mengaku bertemu dengan Eka dan Ibas. Pembicaraan ketiganya diawali dengan basa-basi, lalu Ibas meminta Sutan bertemu dengannya seusai buka puasa. “Nanti kita ada pertemuan,” kata Ibas kepada Sutan. Eka memperjelas lokasi perjamuan yang dimaksud Ibas berada di gedung Raflesia. Rencana rapat ini batal karena Ibas tiba-tiba mengikuti agenda lain.

    Adapun rangkaian rencana pertemuan ini karena Eka, yang diminta oleh Sartono, bersama dengan Deni melobi Sutan agar menyokong PT Rekayasa Industri menjadi rekanan proyek Gendalo-Gehem. Ada sejumlah pertemuan di antara mereka sebelum acara buka puasa di Cikeas tersebut.

    Sutan yang dikonfirmasi tak bersedia lagi menanggapi masalah ini. Ia mengaku dilarang oleh DPP Partai Demokrat untuk mengomenteri kasus korupsi yang tengah diusut oleh KPK. Alasannya, “Agar tidak terjadi mis-interpretasi,” kata Sutan.

    Pengacara keluarga Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono, Palmer Situmorang, yang dimintai konfirmasi mengatakan keterangan Sutan kepada penyidik yang sampai ke media massa tersebut tidak benar. “Kami serahkan kepada KPK untuk mengungkap detail substansi persoalan dan fakta sebenarnya terkait dengan kasus SKK Migas,” ujar dia.

    2. Rekaman Percakapan

    Deni Karmaina, Direktur Utama PT Rajawali Swiber Cakrawala, pernah komplain ke bekas Kepala Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi, Rudi Rubiandini. Komplain tersebut lantaran SKK Migas menyetujui PT Timas sebagai pemenang kegiatan proyek IDD Chevron untuk proyek konstruksi terintegrasi instalasi bawah laut Gendalo Gehem.

    Hal itu terungkap setelah jaksa penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi Riyono memutarkan rekaman percakapan telepon Gerhard Marteen Rumeser, Deputi Pengendalian Dukungan Bisnis SKK Migas, dalam persidangan untuk terdakwa Rudi Rubiandini di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Selasa, 4 Februari 2014.

    Dalam rekaman tersebut hanya terdengar suara Gerhard, berikut isinya:
    - Halo..
    - Itu gimana tuh yang apa, halo.. Yang itu..
    - Ini apa, aku janji ngasih Rabu siang, ke itu, ke beliau, oke thank you..

    Jaksa Riyono menanyakan ke Gerhard dengan siapa berbicara di sambungan telepon tersebut. "Itu masih ingat dengan siapa," tanyanya. Gerhard mengaku berbicara dengan Deni Karmaina. Yang dimaksud dengan beliau adalah Rudi Rubiandini. Sedangkan yang diserahkan ke Rudi pada hari Rabu berupa dokumen.

    Menurut Gerhard, telepon tersebut hanya konfirmasi dan menyambung pembicaraan sebelumnya saat Deni berharap PT Saipem menang dalam tender IDD Chevron untuk proyek konstruksi terintegrasi instalasi bawah laut Gendalo Gehem. Namun, yang menjadi pemenangnya adalah PT Timas yang komisarisnya Ketua Komisi Energi Sutan Bhatoegana karena penawaran harganya terendah.

    "Kata Deni, tendernya tidak betul sehingga Timas harusnya dikalahkan. Dalam konteks itu dia memberikan bukti-bukti, itulah alasannya dokumen itu," kata Gerhard. Dia mengatakan lantas menyerahkan dokumen tersebut ke Rudi karena merupakan tender besar. "Approval-nya dari Pak Kepala."

    Jaksa Riyono langsung mencecar apakah pembicaraan tersebut terkait permintaan duit Rudi sebesar USD 500 ribu ke Deni. "Pembicaraan ini terkait adanya permintaan Pak Rudi dari Deni sebesar USD 500 ribu?" tanyanya.

    Gerhard mengaku tidak tahu karena langsung menyerahkan dokumen yang tersimpan dalam folder tersebut ke Rudi. Namun, ia tidak bisa memastikan isi folder tersebut berupa dokumen atau duit. "Saya kasih ke Pak Kepala, duitnya entah berapa, tapi Pak Kepala akan datang ke saya kalau duitnya kurang. Tapi belakangan setelah saya kroscek, menurut Pak Deni itu dokumen. Saya tidak mengecek ke Pak Kepala," kata dia.

    Rudi juga mengaku pernah bertemu dengan Deni di Bimasena, Jakarta Selatan, pada 28 Juli 2013. "Deni Karmaina baru bertemu dua kali. Yang pertama diperkenalkan, yang kedua ketemu sama Pak Sutan," ujar Rudi seusai persidangan.

    Saat pertemuan tersebut, Rudi mengaku Deni komplain bahwa di tender IDD Chevron ada permasalahan. "Ada komplain dan itu sudah terbiasa saya sebagai kepala, jadi bukan hal yang baru dan bukan spesifik," ujar mantan Wakil Menteri ESDM itu. Saat bersamaan, Sutan malah komplain ke Rudi karena duit THR untuk Komisi Energi masih kurang.

    RUSMAN PARAQBUEQ | LINDA TRIANITA

    Terpopuler
    SBY: 2004, TNI-Polri Tak Netral
    Umat Kristen Sleman Empat Kali Berpindah Tempat
    Avanza Luxury Tawarkan Kemewahan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Catatan Kinerja Pemerintahan, 100 Hari Jokowi - Ma'ruf Amin

    Joko Widodo dan Ma'ruf Amin telah menjalani 100 hari masa pemerintahan pada Senin, 27 Januari 2020. Berikut catatan 100 hari Jokowi - Ma'ruf...