Cerita di Balik Perseteruan Prabowo-Wiranto

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo memberikan sambutan saat Deklarasi Dukungan untuk Prabowo di Jakarta, Sabtu (10/5). ANTARA/Heri Setiadi

    Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo memberikan sambutan saat Deklarasi Dukungan untuk Prabowo di Jakarta, Sabtu (10/5). ANTARA/Heri Setiadi

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Deklarasi tim pemenangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa di Yogyakarta, Ahad, 1 Juni 2014, dibumbui cerita rahasia masa lalu Prabowo saat masih aktif sebagai tentara. Adik Prabowo, Hashim Djojohadikusumo, menuturkan, saat masih menjabat Panglima Komando Strategis Angkatan Darat pada masa kepemimpinan Presiden B.J. Habibie, kakaknya sudah mulai diganggu atasannya yang kini menjadi Ketua Umum Partai Hati Nurani Rakyat, Wiranto. 

    Gangguan itu adalah menjatuhkan citra Prabowo sebagai petinggi militer terkait dengan kejujurannya dalam kepemilikan harta kekayaan. "Panglima ABRI saat itu ingin mencari bukti, apakah Prabowo maling (duit negara) atau tidak," kata Hashim kepada ratusan orang yang hadir dalam deklarasi Merah Putih di posko pemenangan Prabowo-Hatta di Yogyakarta.

    Kala itu, kata Hashim, tanpa alasan jelas, Markas Besar ABRI  tiba-tiba membentuk dan mengirim  tim pemeriksa keuangan untuk menyelidiki asal usul harta kekayaan Prabowo. "Karena tim pertama tak berhasil dan Prabowo tak terbukti, tim kedua dibentuk lagi, dan tetap gagal (menemukan penyimpangan Prabowo)," ujarnya.

    Hashim berseloroh, tim pemeriksa keuangan TNI kala itu terkejut karena menemukan Prabowo ternyata bukan maling. "Tapi malah menemukan Prabowo sebagai dermawan karena pundi kas Kostrad saat dipimpin Prabowo justru meningkat dan fasilitasnya lengkap," tuturnya.

    Salah satu fasilitas yang diberikan Prabowo kepada satuan tentara kala itu adalah alat pemeriksa denyut jantung. "Jadi, jika 16 tahun silam Prabowo tidak korupsi, saya jamin, 
    mulai Oktober tahun ini juga tidak akan korupsi," kata Hashim, yang disambut riuh hadirin deklarasi.

    Ketua tim sukses Prabowo-Hatta di DIY, Herry Zudianto, mengatakan Indonesia  tak sekadar butuh pemimpin yang jujur, tapi juga tegas, punya keberanian, dan kemandirian seperti Prabowo. 

    PRIBADI WICAKSONO

    Berita utama
    SBY Tak Hadiri Pemaparan Visi dan Misi Prabowo
    Kampanyekan Prabowo, Rhoma Konser di 20 Tempat
    Warga Sleman Bubarkan Ibadah Umat Kristen




     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.