Kronologi Penyerangan Rumah Ibadah Kristen Sleman  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi. smashyevent.com/Reuters

    Ilustrasi. smashyevent.com/Reuters

    TEMPO.CO, Sleman - Umat Kristen menggelar peribadatan pada pukul 08.00 WIB. Sebanyak 50 orang memadati rumah itu untuk beribadah. Mereka membuka segel rumah milik Nico Lomboan.

    Warga yang sedang melakukan kerja bakti mendengar suara peribadatan sekitar pukul 08.15 WIB. Mereka lalu meminta jemaat untuk bubar. (Baca: Warga Sleman Bubarkan Ibadah Umat Kristen)

    Sekitar pukul 09.00 WIB, Niko dan polisi bernegosiasi. Dengan alasan rumah itu tidak ada izin untuk dimanfaatkan sebagai gereja dan tempat ibadah, mereka membubarkan jemaat pukul 10.00 WIB. Polisi lalu memasang garis polisi tanda segel.

    Tiba-tiba massa dari luar daerah itu justru melempari rumah ibadah tersebut sekitar pukul 12.00. Akibat penyerangan itu, sebagian kaca pecah.

    Kepala Kepolisian Resor Sleman Ajun Komisaris Besar Ihsan Amin mengatakan polisi melakukan penjagaan standar. Selanjutnya, pihaknya bersama pemerintah berkoordinasi mengenai masalah penggunaan rumah sebagai gereja ini.

    "Kami saling berkoordinasi dalam masalah ini," katanya. (Baca juga: Umat Katolik di Sleman Diserang Kelompok Bergamis)

    Nico Lomboan yang dihubungi melalui telepon selulernya belum bisa dimintai konfirmasi.

    MUH SYAIFULLAH

    Berita Terpopuler
    Massa Berjubah Kembali Datangi Rumah Julius 
    Neta S. Pane: Penyerangan di Yogya Kental Unsur Politis 
    Perubahan Haji Era Anggito  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pertanyaan Ganjil dalam TWK yang Mesti Dijawab Pegawai KPK

    Sejumlah pertanyaan yang harus dijawab pegawai KPK dalam TWK dinilai nyeleneh, mulai dari hasrat seksual hingga membaca doa qunut dalam salat.