Sabtu, 23 Juni 2018

Jokowi Kontrak Politik dengan Korban PT Lapindo  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang korban lumpur Lapindo berendam di dalam lumpur saat peringatan 7 tahun semburan lumpur di atas tanggul desa Siring, Porong, Sidoarjo, Rabu (29/5). TEMPO/Fully Syafi

    Seorang korban lumpur Lapindo berendam di dalam lumpur saat peringatan 7 tahun semburan lumpur di atas tanggul desa Siring, Porong, Sidoarjo, Rabu (29/5). TEMPO/Fully Syafi

    TEMPO.CO, Sidoarjo - Calon presiden Joko Widodo menandatangai kontrak politik dengan para korban semburan lumpur panas PT Lapindo di Sidoarjo, Kamis, 29 Mei 2014.

    Jokowi mengunjungi para korban semburan lumpur panas Lapindo pada Kamis sore. Di hadapan ribuan orang di Desa Siring, Porong, Sidoarjo, Jokowi berpidato singkat.

    Jokowi mengaku sudah tahu apa yang diinginkan para korban karena, sebelum naik panggung kehormatan, ia melihat langsung luapan lumpur panas yang terhampar luas. Jokowi juga mengaku sudah diberi masukan Kiai Fattah yang duduk di sampingnya.

    "Maka dari itu, izinkan saya menandatangani kontrak politik ini," kata Jokowi menutup pidatonya. Calon presiden yang diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini kemudian menandatangani kontrak politik dengan disaksikan massa yang hadir. (Baca juga: 100 Patung Manusia Warnai 8 Tahun Lumpur Lapindo).

    Ada lima poin dalam kontrak politik itu. Pertama, program Indonesia sehat. Kedua, program Indonesia pintar. Ketiga, permukiman miskin (geser, bukan gusur dan penataan). Keempat, dana talangan untuk korban lumpur Lapindo. Kelima, keamanan kerja.

    MOHAMMAD SYARRAFAH


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Pelatih Paling Mahal di Piala Dunia 2018

    Ini perkiraan jumlah gaji tahunan para pelatih tim yang lolos Piala Dunia 2018.