Suryadharma Tersangka Haji, Koalisi: Kami Bantu

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Suryadarma Ali, dan Ketua Dewan Pembina Gerindra, Prabowo Subianto dalam pembacaan deklarasi dukungan di kantor DPP PPP (16/5). TEMPO/Seto Wardhana

    Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Suryadarma Ali, dan Ketua Dewan Pembina Gerindra, Prabowo Subianto dalam pembacaan deklarasi dukungan di kantor DPP PPP (16/5). TEMPO/Seto Wardhana

    TEMPO.CO, Jakarta - Partai koalisi pendukung pasangan calon presiden Prabowo Subianto-Hatta Rajasa berencana memberikan bantuan kepada Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Suryadharma Ali. Langkah itu ditempuh menyusul penetapan status tersangka korupsi pada Suryadharma terkait dengan pengelolaan dana haji. (Baca: Suryadharma Tersangka, KPK Bantah Terkait Politik)

    “Sebagai sahabat, sebagai mitra koalisi, tentu akan ada dukungan, apalagi jasa dia sangat besar terhadap partai dan mitra koalisi,” ujar Ketua Umum Partai Gerindra Suhardi ketika dihubungi, Jumat, 23 Mei 2014. (Baca: KPK Incar Suryadharma Ali Sejak Januari Lalu)

    Suhardi menjelaskan PPP sejauh ini sudah memfasilitasi bantuan hukum kepada Suryadharma. Sedangkan bantuan hukum dari partai-partai koalisi yang lain akan diberikan sesuai kebutuhan. “Tentu saja semaksimal mungkin akan kami bantu untuk menghadapi proses hukum,” katanya. (Baca: Kasus Haji, Prabowo Yakin Suryadharma Tak Bersalah)

    Komisi Pemberantasan Korupsi, Kamis malam, 22 Mei 2014, mengumumkan penetapan Menteri Agama Suryadharma Ali sebagai tersangka dugaan korupsi tersangka korupsi penyelenggaraan ibadah haji tahun anggaran 2012-2013. KPK menduga ada kerugian negara terkait dengan pengelolaan dana haji, khususnya yang menyangkut layanan transportasi, katering, dan pemondokan haji. (Baca: Jadi Menteri Agama, Kekayaan Suryadharma Melonjak)

    Menurut Suhardi, kasus yang dialami Suryadharma tidak akan berpengaruh terhadap format koalisi. Ia pun yakin kasus itu tidak akan menurunkan citra Prabowo-Hatta di mata masyarakat. “Saya kira tidak ada dampak apa pun,” ujarnya.

    RIKY FERDIANTO

    Berita Terpopuler
    Dilaporkan ke Polisi, Ahok Tantang Balik Udar 

    Malaysia Hentikan Pembangunan Mercusuar di Tanjung Datu 

    Tekan Inflasi Jakarta, Jokowi Dipuji Mendagri

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    6 Rumor yang Jadi Nyata pada Kelahiran GoTo, Hasil Merger Gojek dan Tokopedia

    Dua tahun setelah kabar angin soal merger Gojek dengan Tokopedia berhembus, akhirnya penggabungan dua perusahaan itu resmi dan lantas melahirkan GoTo.