Polisi Karawang Tembak Demonstran Antikenaikan BBM

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Karawang:Dua mahasiswa peserta demonstrasi antikenaikan BBM, tarif telepon dan tarif dasar listrik di Karawang, Jawa Barat diterjang timah panas polisi. Peristiwa yang terjadi Kamis (9/1), muncul setelah terjadi ketegangan antara demonstran dengan petugas keamanan, di halaman gedung DPRD di Jalan Bay Pass Karawang. Seorang mahasiswa lainya, mangalami pingsan akibat kecapaian. Dua mahasiswa yang diterjang peluru karet yakni Nurul Khotimah, 19 tahun mahasiswi Fakultas Ekonomi Universitas Karawang dan Muhammad Arif Alhamdi, 24 tahun, dari Universitas Jenderal Ahmad Yani Cimahi, Bandung. Nurul tertembak bagian kanan atas sikutnya dan sampai Kamis sore masih dirawat serius di Rumah Sakit Dewi Sri, Karawang. Sedangkan Arif Alhamdi yang beralamat di Kampung Pejaten, Desa Dawuan Timur, Cikampek, ditembus peluru pada bagian bahu belakang. Arif juga masih tergolek lemah di Rumah Sakit Karya Bhakti, Karawang. Sedangkan, Marissa, 20 tahun, mahasiswi STMIK Pamitra Karawang, yang pingsan, kini masih dirawat di Rumah Sakit Adiarsa, Karawang. Ketiga mahasiswa yang mengalami nasib nahas itu, merupakan bagian dari 140 demonstran yang tertahan di luar areal gedung DPRD Karawang, akibat datang ke lokasi kesiangan. Sedangkan 160 demonstran lainnya yang sejak pagi sudah berada di areal halaman gedung DPRD, selamat. Mereka berasal dari 300 elemen organisasi antara lain HMI, PMII, Liga Muslim Indonesia, dan Federasi SPSI Kabupaten Karawang. Sekitar pukul.11.45 WIB, pengunjuk rasa yang berada di luar pagar gedung DPRD merangsek ke arah polisi untuk membuka pintu pagar. Tapi, petugas tetap bergeming. Kemarahan mereka makin memuncak tatkala keinginan untuk bertemu dengan pimpinan Dewan dan Bupati Karawang Achmad Dadang, gagal. Petugas kemanan kemudian mengeluarkan beberapa kali tembakan peringatan ke udara. Tapi, hasrat pengunjuk rasa untuk terus membobol barikade petugas tak tertahan. Maka, suasana pun berubah mencekam. Aksi brutal pun langsung pecah. Tembakan peringatan polisi, disambut para demonstran dengan lemparan botol-botol bekas kemasan air mineral. Polisi kembali memuntahkan peluru-peluru karet. Slamet salah seorang demonstran yang juga teman korban Nurul, mengatakan, muntahan peluru senjata polisi mengarah pada bagian sikut tangan kanan Nurul, ketika berada di lokasi taman kota yang terletak sekitar 20 meter dari gedung DPRD. Kapolres Karawang Ajun Komisaris Besar Polisi Bambang Yulianto, mengaku penembakan oleh anak buahnya karena terpaksa, setelah demonstran bertindak anarkis. Peluru yang ditembakan hanya peluru kosong,, ujarnya. Menurutnya, bila terjadi kelalaian prosedur dari anak buahnya, dirinya akan menindak. (Nanang SutisnaTempo News Room) .

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Menyebabkan Wabah Mirip SARS di Kota Wuhan, Cina

    Kantor WHO cabang Cina menerima laporan tentang wabah mirip SARS yang menjangkiti Kota Wuhan di Cina. Wabah itu disebabkan virus korona jenis baru.