Aburizal-Pramono Edhie Tunda Kemenangan Jokowi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peserta konvensi Partai Demokrat Pramono Edhie Wibowo saat akan saat memberikan hak suaranya dalam Pileg 2014 di TPS O6, Cikeas Bogor, Jawa Barat (9/4). TEMPO/Subekti.

    Peserta konvensi Partai Demokrat Pramono Edhie Wibowo saat akan saat memberikan hak suaranya dalam Pileg 2014 di TPS O6, Cikeas Bogor, Jawa Barat (9/4). TEMPO/Subekti.

    TEMPO.COJakarta - Direktur Riset Saiful Mujani Research and Consulting Djayadi Hanan mengatakan poros ketiga Demokrat-Golkar akan membuat kemenangan Jokowi, calon presiden dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, tertunda. Poros ini diprediksi akan membuat pemilu menjadi dua putaran.  

    Hasil riset menunjukkan elektabilitas Aburizal Bakrie, calon presiden yang diusung Golkar, kalah jauh di bawah Jokowi dan capres Partai Gerakan Indonesia Raya Prabowo Subianto. "Pasangan Aburizal-Pramono Edhie Wibowo ini hanya akan membuat pemilu jadi dua putaran, tidak akan memecah suara," ujar Djayadi ketika dihubungi Tempo, Ahad, 18 Mei 2014. (Baca:Duet Ical-Pramono, Akbar: Elektabilitasnya Rendah )

    Pembentukan poros baru ini, menurut Djayadi, hanya untuk menyelamatkan harga diri kedua partai yang sesungguhnya mendapat suara cukup tinggi dalam pemilu legislatif lalu. Golkar di posisi kedua dengan perolehan suara 14,75 persen dan Demokrat yang mengantongi 10,19 persen di posisi keempat. 

    "Daripada mereka hanya jadi penonton atau ikut gerbong orang tanpa dapat apa-apa, lebih baik kalah di pertempuran," ujar dia. Dengan begitu, posisi tawar kedua partai semakin meningkat saat memasuki putaran kedua. (Baca: Sjarif: Golkar Ingin Pramono Edhie Dampingi Ical)

    Politikus Partai Golongan Karya Mohamad Suleman Hidayat mengonfirmasi kabar bahwa Golkar dan Demokrat sepakat mengusung Aburizal Bakrie dan Pramono Edhie Wibowo. Nama pasangan ini akan dibawa ke rapat pimpinan nasional masing-masing partai yang sama-sama digelar hari ini.

    TIKA PRIMANDARI

    Terpopuler:
    Pramugari Salat di Pesawat, Ini Tanggapan Garuda
    Pro-Jokowi: Isu Puan Cawapres Adu Domba Politik
    Gaya Komunikasi Wali Kota Surabaya Dikritik
    Demokrat Ingin Ical Jadi King Maker, Bukan Capres
    Duet Ical-Pramono, Akbar: Elektabilitasnya Rendah


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berbagai Cara dalam Menekan Pelanggaran Batasan Bawaan Penumpang

    Direktorat Jenderal Bea dan Cukai terus berupaya menekan pelanggaran batasan bawaan penumpang dari luar negeri di pintu masuk bandara.