Tepis Fitnah Sara, Kiai NU Kampanye untuk Jokowi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bakal capres PDI Perjuangan, Jokowi Widodo temui Ketua Dewan Syuro DPP PKB, KH Aziz Mansyur saat berkunjung ke Ponpes Tarbiyatun Nasyiin, di Desa Paculgowang, Kecamatan Diwek, Jombang, Jawa Timur, (3/5) Malam. Tempo/ISHOMUDDIN

    Bakal capres PDI Perjuangan, Jokowi Widodo temui Ketua Dewan Syuro DPP PKB, KH Aziz Mansyur saat berkunjung ke Ponpes Tarbiyatun Nasyiin, di Desa Paculgowang, Kecamatan Diwek, Jombang, Jawa Timur, (3/5) Malam. Tempo/ISHOMUDDIN

    TEMPO.CO, Semarang - Ketua Partai Kebangkitan Bangsa Jawa Tengah KH Muhammad Yusuf Chudlori (Gus Yusuf) mengatakan pihaknya akan menerjunkan sejumlah kiai berpengaruh untuk memenangkan Joko Widodo (Jokowi) pada pemilu presiden 9 Juli 2014 mendatang.

    Tampilnya sejumlah kiai sebagai juru kampanye dinilai sebagai salah satu cara efektif sebagaimana keberhasilan PKB Jawa Tengah dalam pemilu legislatif lalu yang meraih suara terbesar setelah PDI Perjuangan. “Para kiai mampu menarik suara simpatisan PKB dan massa Nahdlatul Ulama,” kata Gus Yusuf kepada Tempo, Selasa, 13 Mei 2014.

    Ia mengatakan kehadiran para kiai sebagai juru kampanye juga dinilai sangat efektif untuk menepis kampanye hitam dan fitnah yang menyerang Jokowi, terutama yang menyangkut isu agama. “Jika yang meluruskan fitnah tentang agama adalah kiai, masyarakat akan mudah menerima,” katanya. Sebagaimana diberitakan, muncul kampanye hitam dan fitnah bahwa Jokowi beragama Nasrani, serta kampanye hitam bernada suku, agama, ras, dan antar-golongan.

    Penunjukan sejumlah kiai sebagai juru kampanye juga diakui Gus Yusuf untuk menandingi cara serupa yang dilakukan oleh kubu calon presiden Prabowo Subianto.

    Di antara kiai yang akan menjadi juru kampanye Jokowi di Jawa Tengah adalah KH Dimyati Rois (Kendal), KH Munif Zuhri (Demak), KH Ahmad Badawi Basyir (Kudus), KH Tadzkir Mansyur (Salatiga), KH Subhan Makmun (Brebes), dan KH Ahmad Solikhun (Magelang). Para kiai tersebut memiliki pengaruh yang kuat, baik di Nahdlatul Ulama maupun PKB.

    Saat Jokowi mengunjungi KH Dimyati Rois awal Mei lalu, pengasuh Pesantren Al Fadlu, Kaliwungu, Kendal, tersebut juga menyatakan kesiapannya menjadi juru kampanye untuk Jokowi. “Mbah Dim (sapaan KH Dimyati Rois) menyatakan kesediaannya menjadi juru kampanye Jokowi pada pemilu presiden nanti,” kata Wakil Ketua DPP PKB Marwan Jakfar, yang menjadi juru bicara hasil pertemuan Jokowi dengan Kiai Dimyati waktu itu.

    SOHIRIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.