Selasa, 20 November 2018

Hatta Rajasa Mundur dari Kabinet

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum DPP PAN Hatta Rajasa menyempaikan orasi politik saat kampanye di Lapangan Bumi Tamalanrea Permai, Makassar, Sulsel (3/4). Kampanye tersebut dihadiri ribuan simpatisan dan kader PAN. TEMPO/Iqbal lubis

    Ketua Umum DPP PAN Hatta Rajasa menyempaikan orasi politik saat kampanye di Lapangan Bumi Tamalanrea Permai, Makassar, Sulsel (3/4). Kampanye tersebut dihadiri ribuan simpatisan dan kader PAN. TEMPO/Iqbal lubis

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa dipastikan akan mengundurkan diri dari jabatannya di Kabinet Indonesia Bersatu II. Hal itu dibenarkan oleh Ketua DPP Partai Amanat Nasional Zulkifli Hasan. "Rencananya, ya (mengundurkan diri)," kata Zulkifli dalam pesan pendeknya kepada Tempo, Selasa, 13 Mei 2014.

    Namun, Zulkifli tidak merinci kapan pengumuman pengunduran diri Hatta dari kursi kabinet. Seperti diketahui, Hatta yang juga merupakan Ketua Umum PAN tersebut santer diberitakan akan menjadi calon wakil presiden Prabowo Subianto.

    Dalam agenda di Istana Negara pada hari ini, Hatta dijadwalkan akan mendampingi Prabowo Subianto bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Pertemuan rencananya akan digelar pada pukul 17.00 WIB. Namun, belum jelas agenda pertemuan tersebut.

    Hatta ikut dalam kursi kabinet sejak 2001 sebagai Menteri Negara Riset dan Teknologi Kabinet Gotong Royong. Dia menjadi Menteri Koordinator Perekonomian sejak 2009. Pria kelahiran Palembang pada 18 Desember 1953 tersebut sebelumnya juga menjadi Menteri Perhubungan dan Menteri Sekretaris Negara.

    ANGGA SUKMA WIJAYA
    Berita Terpopuler:
    Peluang JK Tak Jelas, PPP Batal Dukung Jokowi
    Udar Jadi Tersangka Kasus Bus Transjakarta Karatan
    Mega Bahas Cawapres Jokowi Rabu Besok
    Kubu Pro-Jokowi di PPP Keok

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Sisi Gelap Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman

    Kasus pembunuhan Jamal Khasoggi yang diduga dilakukan oleh Kerajaan Arab Saudi membuat dunia menyorot empat sisi gelap Mohammed bin Salman.