PKB: Ramadan, Isu Jokowi Nonmuslim Makin Kencang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Presiden dari PDI Perjuangan, Joko Widodo di tengah kerumunan warga saat mengikuti jalan santai Sahabat Rakyat di Jalan Jendral Sudirman, Makassar (11/5). Jalan santai yang diikuti ratusan ribu peserta  tersebut merupakan salah satu rangkaian kegiatan Jokowi selama berkunjung di Makassar . TEMPO/Hariandi Hafid

    Calon Presiden dari PDI Perjuangan, Joko Widodo di tengah kerumunan warga saat mengikuti jalan santai Sahabat Rakyat di Jalan Jendral Sudirman, Makassar (11/5). Jalan santai yang diikuti ratusan ribu peserta tersebut merupakan salah satu rangkaian kegiatan Jokowi selama berkunjung di Makassar . TEMPO/Hariandi Hafid

    TEMPO.COSemarang - Ketua Partai Kebangkitan Bangsa Jawa Tengah K.H. Yusuf Chudlori memperkirakan kampanye hitam dan fitnah yang menyerang calon presiden dari PDI Perjuangan Joko Widodo akan makin kuat pada Ramadan nanti. Pemilihan presiden yang jatuh pada 9 Juli nanti bertepatan dengan Ramadan.

    "Saat puasa, isu-isu agama sangat sensitif," kata Gus Yusuf, sapaan Yusuf Chudlori, kepadaTempo pada Selasa, 13 Mei 2014. (Baca: Pro-Jokowi Laporkan 'RIP Jokowi' ke Polisi

    Ia menjelaskan kampanye hitam dan fitnah itu antara lain tuduhan Jokowi, nama panggilan Joko Widodo, beragama Nasrani dan keturunan Tionghoa. "Sebagian masyarakat mudah termakan isu kampanye hitam." Maka sebelum Ramadan, fitnah dan kampanye hitam harus bisa diredakan.

    Itu sebabnya Gus Yusuf berharap kepada seluruh partai anggota koalisi, tim sukses, dan elemen masyarakat pengusung Jokowi agar merumuskan strategi untuk mengatasinya. "Kami tak ingin Jokowi kalah hanya karena fitnah dan kampanye hitam," ucapnya. Namun, Gus Yusuf juga mengimbau seluruh pendukung Jokowi agar menggunakan cara-cara yang santun dalam menepis fitnah.

    Sabtu pekan lalu, PKB mendeklarasikan dukungan terhadap Jokowi. Sebelumnya, Partai NasDem lebih dulu bergabung ke dalam koalisi. Partai Persatuan Pembangunan diharapkan ikut memperkuat. Tapi, hasil musyawarah pada Senin dini hari lalu, PPP resmi menyokong Prabowo Subianto, calon presiden dari Partai Gerakan Indonesia Raya. Gerindra bakal memajukan Prabowo bersama PPP, PKS, dan PAN. (Baca: Kubu Pro-Jokowi di PPP Keok)

    SOHIRIN

    Berita Terpopuler: 
    Peluang JK Tak Jelas, PPP Batal Dukung Jokowi
    Udar Jadi Tersangka Kasus Bus Transjakarta Karatan
    Mega Bahas Cawapres Jokowi Rabu Besok
    Kubu Pro-Jokowi di PPP Keok


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Baru E - Commerce yang Tertuang dalam PP PMSE

    Pemerintah resmi menerbitkan regulasi tentang e-commerce yang tertuang dalam PP PMSE. Apa yang penting dalam aturan baru tersebut?